Sakato.co.id – Stadion Utama Sumatera Barat menjadi saksi bisu keperkasaan Pandeka Minang. Dalam lanjutan Liga 4 Sumatera Barat musim 2025/26, Rabu (11/2/2026), PSP Padang tampil tanpa ampun dengan melibas Gaung Putra FC lewat skor fantastis, 14-0.
Dukung cuaca cerah, anak asuh Joni Efendi memperagakan permainan bola pendek yang cair dan agresif sejak peluit pertama dibunyikan wasit Yori Hasrat. Sebaliknya, Gaung Putra FC tampak kewalahan membendung intensitas serangan yang datang bertubi-tubi.
Laga baru berjalan 60 detik, papan skor langsung berubah. Kaka Muhammad Seva membuka kran gol yang menandakan awal mimpi buruk bagi lawan. Tak butuh waktu lama, Lugas Satrya Pratama menggandakan keunggulan di menit ke-5.
Tekanan PSP Padang tak mengendur. Pada menit ke-17, Carel Syadef sukses mengeksekusi penalti, disusul gol Gibran Tito Kurniawan empat menit berselang. Kondisi Gaung Putra FC semakin merana setelah Rifal Khayri Ensyah diusir keluar lapangan akibat kartu kuning kedua pada menit ke-42. Unggul jumlah pemain, Pandeka Minang menutup babak pertama dengan kendali penuh.
Memasuki paruh kedua, skuad asuhan Supri Arahman yang hanya bermain dengan 10 orang praktis “terkurung” di area penalti sendiri. Kapten Agung Wijaksono dkk. pun semakin leluasa mengeksploitasi pertahanan lawan.
Tercatat ada tiga pemain yang mencetak hattrick dalam laga ini:
Lugas Satrya Pratama melengkapi trigolnya pada menit ke-50 dan ke-63.
Kaka Muhammad Seva menyusul dengan gol tambahan di menit ke-61 dan ke-65.
Syarif Hidayatullah, pemain pengganti yang tampil fenomenal dengan memborong tiga gol hanya dalam waktu 17 menit (70′, 75′, 87′).
Pesta gol semakin lengkap melalui brace dari Carel Syadef (72′), aksi Muchammad Iqbal (82′), dan gol penutup dari bek kanan Luthfi Al Anshorri pada menit ke-84.
Kemenangan masif ini bukan sekadar angka, melainkan pernyataan tegas bahwa PSP Padang adalah kandidat terkuat juara Liga 4 wilayah Sumbar tahun ini. Modal kepercayaan diri ini menjadi amunisi berharga untuk melaju ke fase berikutnya.
Di kubu lawan, kekalahan 14 gol tanpa balas ini menjadi catatan kelam sekaligus bahan evaluasi besar bagi manajemen Gaung Putra FC. Perbaikan performa secara radikal sangat dibutuhkan jika mereka ingin tetap bersaing di sisa kompetisi musim 2025/26.
(*)









Komentar