Gunung Marapi Kembali Erupsi Dini Hari Ini, PVMBG Ingatkan Warga Jauhi Radius 3 KM

Sakato.co.id – Aktivitas vulkanik Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meningkat. Pada Selasa dini hari (3/3/2026) pukul 02.19 WIB, gunung api tersebut dilaporkan mengalami erupsi. Meski terekam secara instrumental, tinggi kolom abu tidak dapat teramati secara visual akibat kondisi di lapangan.

Petugas Pemantau Gunung Api (PGA) Marapi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Ahmad Rifandi, mengonfirmasi bahwa erupsi ini terekam jelas di seismogram.

“Erupsi terjadi dengan amplitudo maksimum mencapai 30.2 mm dan durasi gempa embusan sekitar 1 menit 25 detik,” jelas Ahmad Rifandi dalam keterangannya, Selasa pagi.

Status Waspada (Level II)

Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Marapi masih berada pada Level II (Waspada). Menanggapi kondisi tersebut, PVMBG mengeluarkan sejumlah rekomendasi ketat bagi masyarakat, pendaki, maupun wisatawan yang berada di sekitar kawasan gunung.

Berikut adalah poin-poin penting imbauan dari pihak berwenang:

Zona Terlarang: Masyarakat dan pengunjung dilarang keras memasuki atau melakukan aktivitas dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

Waspada Lahar Dingin: Bagi warga yang bermukim di sekitar lembah atau bantaran sungai yang berhulu di puncak Marapi, diminta tetap siaga terhadap potensi ancaman banjir lahar, terutama saat intensitas hujan tinggi.

Antisipasi Hujan Abu: Jika terjadi hujan abu, masyarakat sangat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut guna mencegah gangguan saluran pernapasan (ISPA).

Imbauan Hindari Hoaks

Selain aspek keselamatan fisik, Ahmad Rifandi juga meminta masyarakat untuk menjaga suasana tetap kondusif. Ia menekankan agar warga tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya atau menyebarkan informasi bohong (hoaks).

“Kami meminta masyarakat untuk selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah dan mendapatkan informasi resmi hanya dari saluran yang terverifikasi,” tambahnya.

Pihak PVMBG juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Bukittinggi, Padang Panjang, Kabupaten Tanah Datar, dan Kabupaten Agam untuk memantau perkembangan aktivitas vulkanik ini secara real-time.

Masyarakat dapat memantau perkembangan terkini melalui aplikasi Magma Indonesia atau situs resmi Badan Geologi di magma.esdm.go.id.

(*)

Komentar