Enam Bulan Pasca-Banjir Bandang, BPBD dan Damkar Padang Masih Setia Salurkan Air Bersih ke Warga

Sakato.co.id – Komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Padang dalam memenuhi kebutuhan dasar warganya pasca-bencana alam tidak pernah kendur. Hingga memasuki akhir Mei 2026, pendistribusian air bersih bagi masyarakat yang terdampak banjir bandang hebat pada November 2025 silam masih terus digulirkan secara intensif.

Melalui sinergi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang dan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar), pasokan air bersih terus dialirkan ke sejumlah wilayah yang hingga kini masih mengalami keterbatasan akses air bersih.

Kalaksa BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, menjelaskan bahwa upaya pemulihan pasca-bencana ini dilakukan secara berkelanjutan, khususnya bagi warga yang tinggal di kawasan rawan serta di Hunian Sementara (Huntara).

“Sejak Desember 2025 hingga Mei 2026 ini, total air bersih yang sudah kita salurkan kepada masyarakat terdampak telah mencapai kurang lebih 12 juta liter. Ini adalah bentuk komitmen penuh Pemko Padang dalam mendampingi warga hingga kondisi benar-benar pulih,” ungkap Hendri Zulviton.

Berdasarkan laporan harian pada Kamis (21/5/2026), tim gabungan di lapangan bergerak maraton sejak pagi hingga malam hari demi menjangkau titik-titik krusial di beberapa kecamatan.

Beberapa lokasi yang menjadi fokus pendistribusian kali ini meliputi:

Kecamatan Kuranji: Jalan Kuranji Kampung Pinang (RT 06/RW 01), Perumahan Kamela Permai Blok C 16, dan Perumahan Ardana.

Kecamatan Pauh: Kawasan Lambung Bukit.

Kecamatan Koto Tangah: Kawasan Hunian Sementara (Huntara) Lubuk Buaya.

Untuk memastikan suplai air berjalan lancar, BPBD Kota Padang mengerahkan satu unit armada tangki air bernomor polisi B 9096 TMA. Armada ini melakukan pengiriman sebanyak empat trip dalam sehari, dengan kapasitas muatan mencapai 5.000 liter per trip.

Langkah BPBD ini diperkuat oleh Dinas Damkar Kota Padang yang menurunkan tiga unit armada sekaligus untuk mempercepat distribusi di lapangan.

Menutup keterangannya, Hendri Zulviton mengimbau agar warga yang menerima bantuan dapat memanfaatkan pasokan tersebut secara efektif.

“Kami meminta masyarakat untuk tetap bijak dalam menggunakan air bersih. Bagi warga yang wilayahnya masih mengalami gangguan pasokan air parah, silakan segera berkoordinasi dengan aparat kelurahan setempat agar petugas kami bisa langsung menjadwalkan pengiriman bantuan air tambahan,” pungkasnya.

(*)

Komentar