Sakato.co.id – Di tengah kegelapan dini hari, Tim SAR Gabungan melakukan aksi heroik menembus perairan Pulau Sipora. Sebuah operasi evakuasi medis darurat dilakukan terhadap seorang balita yang mengalami sesak napas di atas kapal feri KMP Ambu-Ambu, Rabu (21/1/2026).
Peristiwa bermula saat Kantor Pencarian dan Pertolongan (Kansar) Mentawai menerima laporan darurat dari personel SROP Sipora pada pukul 00.50 WIB. Dilaporkan bahwa salah satu penumpang KMP Ambu-Ambu membutuhkan penanganan medis segera. Saat itu, posisi kapal berada di koordinat 1∘56′21′′S – 99∘40′2′′E, atau sekitar 7 Nautical Mile (NM) dari Pelabuhan Tuapejat.
Merespons laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, segera menginstruksikan pergerakan cepat tim rescue.
“Begitu informasi kami terima, Tim SAR Gabungan langsung kita berangkatkan menggunakan RIB 02 Mentawai untuk melaksanakan evakuasi medis. Kecepatan waktu adalah kunci dalam situasi darurat seperti ini,” ujar Benteng.
Tepat pukul 01.15 WIB, unit Rigid Inflatable Boat (RIB) 02 Mentawai dengan 6 personel bergerak melakukan teknik intercept (pencegatan) terhadap KMP Ambu-Ambu. Hanya butuh waktu 15 menit bagi tim untuk mencapai titik koordinat dan bersandar di lambung kapal besar tersebut.
Korban diketahui bernama M. Alfarizi, seorang balita berusia 4 tahun. Dalam kondisi sesak napas, korban langsung dipindahkan ke atas RIB dengan pengawasan ketat tim medis dan SAR untuk segera dilarikan ke daratan.
Pukul 01.50 WIB, RIB 02 Mentawai berhasil merapat dengan aman di Pelabuhan Tuapejat. Korban langsung diserahterimakan kepada pihak RSUD Mentawai yang telah bersiaga di dermaga guna mendapatkan penanganan medis lebih lanjut.
Benteng Hilton Telaumbanua menegaskan bahwa keberhasilan operasi ini tidak lepas dari sinergi lintas sektor yang solid.
“Alhamdulillah, korban berhasil dievakuasi dalam waktu singkat. Ini menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan dan kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan operasi SAR,” tutup Benteng setelah memimpin debriefing penutupan operasi.
Dengan diserahkannya korban ke pihak rumah sakit, Operasi SAR resmi dinyatakan selesai dan seluruh unsur yang terlibat kembali ke satuan masing-masing.
(*)









Komentar