Dies Natalis ke-70 UNAND: Mendorong Inovasi Berdampak dan Komersialisasi Riset untuk Daerah

Sakato.co.id – Melalui Sidang Terbuka dan Orasi Ilmiah dengan mengusung tema “Tumbuh Berakar, Menjulang Berdampak”, Universitas Andalas (UNAND) memperingati Dies Natalis ke-70 sekaligus Lustrum XIV, yang berlangsung di Auditorium Kampus Limau Manis, pada Senin (14/9/2026).

Pada kesempatan tersebut dalam orasi ilmiahnya, yang dilangsungkan secara Daring, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Arif Satria, S.P., M.Si., menekankan pentingnya penguatan human capital dan inovasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.

Menurut Prof. Arif, perguruan tinggi harus mampu menjembatani celah antara dunia riset dan industri (Valley of Death). Hasil penelitian tidak boleh berhenti pada batas publikasi ilmiah atau paten semata, tetapi wajib dihilirisasi menjadi produk konkret, lisensi, hingga komersialisasi.

Ia mendorong UNAND bertransformasi menuju Innovation University. Penguatan flagship innovation, peta jalan riset (roadmap), science and technopark, hingga advanced laboratory menjadi instrumen kunci untuk membangun ekosistem inovasi di Sumatera Barat.

Capaian Strategis dan Arah Inovasi UNAND

Sementara itu, Rektor UNAND, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., memaparkan sejumlah capaian institusi yang terus meningkat. Saat ini, UNAND mengelola 154 program studi, dengan 87 di antaranya terakreditasi Unggul dan 29 terakreditasi internasional.

Sepanjang tahun 2025, UNAND telah menjalankan lebih dari 1.500 proyek riset serta memublikasikan 1.344 karya ilmiah terindeks Scopus, dengan 51,7 persen masuk kategori jurnal bereputasi tinggi (Q1 dan Q2). Selain itu, pada rentang 2021–2026, tercatat lebih dari 2.045 proyek pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan.

Di bidang komersialisasi riset, hingga tahun 2026 UNAND berhasil mencatatkan tujuh produk/prototipe, dua lisensi/kontrak komersialisasi, serta 10 produk riset yang telah masuk pasar secara komersial.

Dari sisi pemeringkatan global, posisi UNAND di tingkat Asia versi QS Ranking melesat dari peringkat 470 pada 2025 menjadi peringkat 396 pada 2026. Hal ini didukung oleh jejaring kemitraan global yang mencakup lebih dari 3.887 kerja sama aktif bersama mitra dari 46 negara.

Menatap masa depan, Rektor menegaskan bahwa di usia ke-70 ini, UNAND akan memfokuskan pengembangan inovasi pada empat sektor prioritas: kesehatan, pangan, kebencanaan, dan energi. Sektor-sektor pendukung lainnya juga akan diselaraskan untuk memperkuat keempat fokus utama tersebut.

Melalui penguatan kolaborasi, riset, dan hilirisasi, UNAND berkomitmen terus memperkokoh fondasinya sebagai perguruan tinggi unggul yang memberi dampak nyata bagi Sumatera Barat, Indonesia, dan dunia.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata UNAND dalam pembangunan daerah. Ia berharap sinergi antara Pemprov Sumbar dan UNAND terus diperkuat di berbagai bidang strategis.

“Ke depan, kita berharap semakin banyak kerja sama yang terbangun, baik dalam pengembangan sumber daya manusia, beasiswa, riset unggulan daerah, pendidikan vokasi, pengabdian masyarakat, hingga melahirkan inovasi baru,” ujar Mahyeldi.

(*)

Komentar