Di Balik Ujian Banjir Bandang, Puluhan Jemaah Haji Sumbar Dapat Bantuan Rp20 Juta per Orang dari Pemerintah UEA

Sakato.co.id – Musibah banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah Sumatera Barat di penghujung tahun 2025 lalu, tidak menyurutkan tekad puluhan jemaah untuk menunaikan ibadah haji tahun ke tanah suci.

Di tengah cobaan yang menimpa, mereka tetap mempertahankan niat dan berjuang menunaikan rukun Islam kelima. Keteguhan itulah yang kemudian mendapat perhatian dari Pemerintah Uni Emirat Arab melalui Zayed Foundation.

Sebanyak 33 jemaah haji asal Sumatera Barat yang terdampak bencana di menerima bantuan senilai Rp20 juta per orang atau total Rp660 juta.

Bantuan tersebut merupakan bagian dari program solidaritas Zayed Foundation yang menyalurkan dana sebesar 192.000 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp3,24 miliar yang menyasar 162 jemaah terdampak bencana di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan bantuan itu diberikan sebagai bentuk kepedulian Pemerintah Uni Emirat Arab terhadap jemaah yang tetap bersemangat menunaikan ibadah haji meskipun sempat terdampak musibah.

“Jadi, di balik musibah ada hikmah yang Allah berikan. Ketika terjadi bencana di Sumatera Barat, Aceh, dan Sumatera Utara, Uni Emirat Arab menunjukkan kepeduliannya kepada para jemaah haji yang terdampak,” ujar Rifki di Asrama Haji Embarkasi, Sabtu (20/6).

Menurut Rifki, pihak Zayed Foundation meminta data jemaah haji yang menjadi korban bencana dan berangkat pada musim haji tahun ini.

Mereka menilai para jemaah tersebut memiliki semangat yang luar biasa karena tetap berupaya menunaikan ibadah haji meskipun harus menghadapi berbagai kesulitan akibat musibah yang dialami.

“Mungkin mereka melihat ada jemaah yang tetap berjuang berangkat haji di tengah kondisi yang tidak mudah. Ada yang terdampak secara ekonomi, ada yang kehilangan harta benda, tetapi semangat hajinya tetap tinggi. Itu yang diapresiasi oleh Uni Emirat Arab,” jelasnya.

Dari usulan yang disampaikan, sebanyak 33 jemaah asal Sumatera Barat dinyatakan memenuhi kriteria dan seluruhnya mendapat bantuan.

Jemaah penerima berasal dari sejumlah daerah terdampak bencana di Sumatera Barat. Dana bantuan pun telah disalurkan langsung ke rekening masing-masing jemaah.

“Alhamdulillah seluruh jemaah yang diusulkan dari Sumatera Barat lolos dan menerima bantuan. Masing-masing memperoleh Rp20 juta dan semuanya sudah ditransfer langsung ke rekening jemaah,” katanya.

Secara nasional, bantuan tersebut diberikan kepada 162 jemaah haji Indonesia dari tiga provinsi yang terdampak bencana, yakni Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh.

Rifki menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Uni Emirat Arab serta Zayed Foundation atas perhatian yang diberikan kepada jemaah Indonesia, khususnya jemaah asal Sumatera Barat.

Menurutnya, bantuan tersebut bukan hanya bernilai materi, tetapi juga menjadi bentuk dukungan moral bagi para jemaah yang tetap berusaha memenuhi panggilan Allah di tengah ujian kehidupan.

“Ini menunjukkan bahwa semangat dan perjuangan para jemaah mendapat perhatian dari saudara-saudara muslim di negara lain. Semoga menjadi penyemangat bagi jemaah dan membawa keberkahan bagi semua pihak,” tutupnya.

Bantuan dari Uni Emirat Arab ini tidak hanya menghadirkan dukungan secara materi, tetapi juga memperlihatkan kuatnya solidaritas kemanusiaan dan ukhuwah Islamiyah lintas negara.

Di tengah ujian bencana yang pernah melanda, kisah para jemaah ini menjadi pengingat bahwa keteguhan niat untuk beribadah kerap menemukan jalan, bahkan melalui cara-cara yang tak terduga.

(*)

Komentar