Sakato.co.id – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) kembali berhasil mengidentifikasi tiga jenazah korban bencana melalui hasil uji DNA dari Pusdokkes Mabes Polri. Penyerahan hasil identifikasi dan jenazah ini dilakukan langsung di Rumah Sakit Bhayangkara Padang dengan dihadiri oleh keluarga korban, Dinas Sosial, dan Dinas Kesehatan, Kamis (22/1/2026). Dengan bertambahnya tiga korban yang teridentifikasi, total data korban yang semula 251 orang kini menjadi 254 orang.
Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol Solihin, menegaskan bahwa proses identifikasi ini merupakan bentuk komitmen Polri untuk memberikan kepastian kepada keluarga korban, meskipun prosesnya memerlukan waktu dan ketelitian teknis yang tinggi.
“Komitmen Bapak Kapolri dan Bapak Kapolda jelas, bahwa Polri akan terus berupaya mengidentifikasi jenazah hingga tuntas. Hari ini kami sampaikan hasil uji DNA dari Mabes Polri, di mana ada tiga jenazah tambahan yang sudah teridentifikasi atas nama Ibu Jaruni (67) asal Lubuk Alung, serta Irna Silvia (47) dan satu korban lainnya yang berasal dari Agam bernama Dusra Maini,” ujar Brigjen Pol Solihin.
Wakapolda juga mengibaratkan kerja keras tim gabungan ini seperti sapu lidi. “Kita bekerja sebagai satu tim. Jika bersama-sama, kita kuat. Kami sangat mengapresiasi kerja keras tim DVI dan semua pihak yang terlibat dalam upaya kemanusiaan ini,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kabiddokkes Polda Sumbar, dr. Faisal, menjelaskan bahwa tantangan utama dalam proses identifikasi saat ini adalah ketersediaan sampel DNA pembanding dari keluarga inti korban.
“Sejauh ini sudah 226 jenazah yang berhasil kita identifikasi. Namun, saat ini masih ada 28 jenazah atau bagian tubuh yang belum teridentifikasi karena kami belum memiliki sampel pembanding dari keluarga. Kami sangat mengharapkan keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor agar bisa kami ambil sampel DNA-nya,” jelas dr. Faisal.
Di sisi lain, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyampaikan bahwa kehadiran Polri di tengah keluarga korban bukan hanya dalam aspek penegakan hukum dan identifikasi, tetapi juga sebagai bentuk dukungan moril.
“Kami mengedepankan pendekatan yang humanis. Hari ini kita sampaikan secara langsung kepada keluarga korban. Kami ingin memastikan bahwa seluruh proses, mulai dari identifikasi hingga penyerahan kepada pihak keluarga, berjalan dengan lancar dan memberikan sedikit ketenangan bagi keluarga yang ditinggalkan,” tutur Kombes Pol Susmelawati.
Dari tiga jenazah yang baru teridentifikasi, jenazah Ibu Jaruni yang selama ini berada di ruang pendingin RS Bhayangkara segera diserahkan kepada anak kandungnya untuk dibawa pulang ke Lubuk Alung. Sedangkan dua korban lainnya telah dimakamkan di TPU Agam setelah sebelumnya teridentifikasi melalui kecocokan DNA dengan anak kandung mereka.
Hingga saat ini, Polda Sumbar masih terus membuka posko bagi masyarakat yang ingin memberikan data antemortem atau sampel DNA guna menuntaskan identifikasi 28 sisa jenazah dan bagian tubuh yang masih tersimpan di RS Bhayangkara.
Berikut ini Resume Data Identifikasi:
A. Total Teridentifikasi: 226 Korban (112 Laki-laki, 114 Perempuan.
B. Belum Teridentifikasi: 28 (13 Laki-laki, 11 Perempuan, 4 Potongan Bagian Tubuh).
C. Identitas Terbaru, ketiga korban yang. berhasil teridentifikasi adalah:
• Jaruni: Teridentifikasi melalui kecocokan DNA sebagai ibu biologis dari anak kandungnya. Jenazah saat ini berada di RS Bhayangkara Padang.
• Dusra Maini: Teridentifikasi sebagai ayah biologis dari Ihwanda Saputra. Jenazah diketahui berada di Kabupaten Agam.
• Irna Silvia: Teridentifikasi sebagai ibu biologis dari Hanyfah Salsabila. Jenazah juga berada di Kabupaten Agam.
(*)









Komentar