Bangun Fondasi World Class University, UNAND Perkuat Kolaborasi Strategis dengan BPOM RI

Sakato.co.id – Universitas Andalas (UNAND) menghadirkan sosok inspiratif tingkat nasional, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Prof. dr. Taruna Ikrar, dalam kuliah umum di Convention Hall Kampus Limau Manis, Jumat (6/2/2026).

Mengangkat tema “From Campus to Society: Innovation and Creativity for a World Class University”, acara ini menjadi panggung diskusi strategis mengenai peran sains dalam melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mendorong daya saing bangsa di kancah global.

Dalam paparannya, Prof. Taruna Ikrar menekankan bahwa BPOM bukan sekadar lembaga regulator. Di tengah tantangan global yang kian rumit, BPOM berperan sebagai penghubung vital antara riset akademis dan kebijakan publik.

Pendekatan berbasis riset menjadi harga mati bagi BPOM untuk memastikan setiap obat dan makanan yang beredar memiliki standar keamanan, mutu, dan manfaat yang terjamin bagi seluruh rakyat Indonesia.

Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., menyambut hangat visi tersebut. Ia menegaskan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga negara seperti BPOM adalah fondasi utama pembangunan nasional.

“Kami di UNAND menyadari bahwa kolaborasi adalah kunci. Dunia akademik dan BPOM memiliki peran strategis dalam menghasilkan kebijakan yang berdampak luas. Kami berharap ini menjadi awal sinergi berkelanjutan, mulai dari riset bersama hingga program magang mahasiswa,” ujar Efa Yonnedi.

Sebagai langkah nyata, UNAND secara terbuka mengundang talenta-talenta terbaik dari BPOM untuk melanjutkan studi magister di Kampus Limau Manis. Baginya, pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan pembentukan karakter mahasiswa yang memiliki etika dan empati sosial yang kuat.

Menariknya, Rektor juga menyoroti perkembangan pesat Kecerdasan Buatan (AI). Ia mengajak seluruh sivitas akademika UNAND untuk tidak hanya menjadi penonton, tetapi meneladani semangat inovasi yang ditunjukkan oleh Kepala BPOM RI.

“Di tengah era AI, kita harus memperkuat kolaborasi lintas sektor. Inovasi yang lahir dari kampus harus bisa bertransformasi menjadi solusi nyata bagi kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Kuliah inspirasi ini ditutup dengan harapan besar agar momentum ini menjadi titik awal lahirnya riset-riset unggulan dan kebijakan berbasis sains yang mampu membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih sehat dan berdaya saing.

(*)

 

Komentar