Sakato.co.id – PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Teluk Bayur kembali memperkuat perannya sebagai gerbang logistik utama di Sumatera Barat melalui layanan muat MT. Southern Anoa. Kapal dengan panjang (LOA) 146 meter dan bobot 11.863 GT tersebut terpantau sandar dengan aman di Dermaga Khusus Curah (DKC) 1 Gaung, Pelabuhan Teluk Bayur, Rabu (15/4/2026).
Kapal berbendera Liberia yang dinakhodai oleh Capt. Diana Jigger ini direncanakan membawa muatan total sebesar 18.000 ton produk turunan kelapa sawit, yang terdiri dari 4.300 ton RBDPO (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil), 5.000 ton ROL (Refined, Bleached, and Deodorized Olein), dan 8.700 ton RBDPS (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Stearin).
Kunjungan kapal tujuan ekspor ke Port Qasim, Pakistan ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur dalam memfasilitasi arus komoditas unggulan Sumatera Barat guna mendukung peningkatan perekonomian dan ekspor nasional.
Komitmen PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur juga tercermin dari catatan performa perusahaan yang terus melampaui target. Pada tahun 2025, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur mencatatkan realisasi throughput sebesar 5,79 juta ton (97% dari target RKAP), capaian sedikit di bawah target ini tidak lepas dari adanya musibah banjir bandang di Sumatera Barat pada akhir Tahun 2025 dimana jalur logistik darat dari hinterland sempat terputus. Namun pada awal Tahun 2026, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur mencatat kinerja positif dimana hingga Triwulan I Tahun 2026, capaian throughput telah menyentuh 1,51 juta ton atau 118,69% di atas target yang ditetapkan dan apabila dibandingkan dengan capaian throughput Triwulan I Tahun 2025 hanya sebesar 1,36 juta ton, terdapat kenaikan volume sebesar 11,03%.
Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, Fauzi, menyatakan bahwa perusahaan terus berupaya memberikan dukungan maksimal bagi distribusi barang, baik untuk kebutuhan ekspor dalam rangka meningkatkan devisa negara maupun impor untuk menjaga ketersediaan pasokan barang di
dalam negeri.
“PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur berkomitmen penuh dalam mendukung distribusi dari dan ke Sumatera Barat. Saat ini, langkah strategis terbaru kami fokuskan pada Optimalisasi DKC 2 Gaung. Hal ini dilakukan guna merespons peningkatan volume produksi seiring dengan beroperasinya pabrik refinery kedua milik PT Padang Raya Cakrawala,” ujarnya.
“Dengan optimalisasi infrastruktur dan layanan yang prima, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur optimis dapat terus menjadi mitra strategis bagi pelaku industri di Sumatera Barat dalam mempercepat arus logistik nasional,” imbuhnya.
Lebih lanjut Fauzi menjelaskan, untuk saat ini pelayanan jasa kepelabuhanan dapat diajukan oleh pengguna jasa PTP Nonpetikemas secara online melalui Intergrated Billing System (IBS), sehingga dengan adanya digitalisasi ini pengajuan layanan tidak memerlukan tatap muka. IBS terintegrasi langsung dengan Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOSM) sehingga pengguna jasa dapat memonitor posisi layanan dari awal sampai dengan akhir kegiatan. Selain itu PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur juga telah mendukung penggunaan teknologi ramah lingkungan dengan implementasi elektrifikasi alat bongkar muat utama berupa tiga unit Gantry Jib Crane.
(*)









Komentar