Sakato.co.id – Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) mengeluarkan peringatan keras bagi masyarakat agar lebih selektif dan waspada saat beraktivitas di jagat maya. Langkah ini diambil menyusul maraknya kasus kejahatan digital yang menyasar pengguna media sosial melalui berbagai modus manipulatif.
Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menekankan bahwa interaksi dengan akun tidak dikenal tanpa verifikasi yang jelas adalah pintu masuk utama tindak kriminal, termasuk pemerasan berbasis elektronik.
Dalam keterangannya pada Rabu (18/3/2026), Kombes Pol Susmelawati meminta warga untuk tidak mudah memberikan data pribadi kepada pihak mana pun di internet. Ia juga menyoroti satu aktivitas spesifik yang sering menjadi bumerang bagi korban.
“Warga diminta menghindari interaksi mencurigakan, seperti komunikasi intens hingga melakukan video call dengan orang yang tidak dikenal. Hal ini sangat berisiko disalahgunakan oleh pelaku kejahatan,” tegasnya.
Selain ancaman asusila dan pemerasan, polisi juga mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur dengan tawaran ekonomi yang tidak masuk akal di media sosial. Tawaran instan tersebut sering kali merupakan modus penipuan yang dapat merugikan korban, baik secara materi maupun psikologis.
Sebagai pengingat nyata, Polda Sumbar melalui Direktorat Reserse Kriminal Khusus baru-baru ini mengungkap kasus dugaan pemerasan di Kabupaten Limapuluh Kota. Seorang warga berinisial S (52) menjadi korban setelah terjebak rayuan akun palsu.
Modus yang digunakan pelaku tergolong rapi: menggunakan identitas palsu dan video hasil editan untuk mengancam serta menekan korban. Beruntung, kasus ini berhasil ditangani.
“Perkara tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan melalui pendekatan restorative justice setelah pelaku mengakui perbuatannya dan korban memberikan maaf,” tambah Susmelawati.
Polda Sumbar mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk tidak ragu melapor ke pihak berwajib jika menemukan aktivitas yang mencurigakan atau merasa telah menjadi target kejahatan siber.
“Pelaporan dini sangat penting. Selain untuk melindungi diri sendiri, ini membantu aparat dalam melakukan penindakan lebih lanjut agar tidak ada korban baru di lingkungan sekitar kita,” tutupnya.
(*)









Komentar