Sakato.co.id – Akses utama yang menghubungkan Padang dan Painan mendadak macet total usai satu unit truk tangki pengangkut crude palm oil (CPO) mengalami kecelakaan di kawasan Singuntur Mudo, Kecamatan Koto XI Tarusan, Kabupaten Pesisir Selatan, Senin (5/10/2026) siang.
Truk tangki tersebut terguling dengan posisi melintang di tengah badan jalan. Akibatnya, kendaraan dari kedua arah tidak dapat melintas secara normal dan memicu antrean panjang.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa personel kepolisian sudah berada di lokasi untuk mengatur lalu lintas dan menerapkan sistem buka-tutup.
“Petugas sudah berada di lapangan untuk melakukan rekayasa lalu lintas dengan sistem buka-tutup agar kendaraan bisa lewat secara bergantian,” ujar Kombes Pol Reza.
Waspada Tumpahan CPO Licin
Proses evakuasi truk berlangsung ekstra hati-hati. Selain badan truk yang menutupi jalan, potensi tumpahan minyak sawit mentah (CPO) di sekitar lokasi kejadian menjadi ancaman serius bagi para pengguna jalan, khususnya pengendara sepeda motor. Tumpahan CPO dapat membuat permukaan aspal menjadi sangat licin dan rawan memicu kecelakaan susulan.
Kepolisian mengimbau para pengendara yang melintas di Singuntur Mudo untuk:
– Mengurangi kecepatan dan menjaga jarak aman.
– Mematuhi seluruh arahan petugas di lapangan.
– Tidak menyerobot antrean atau mengambil jalur lawan arah saat rekayasa jalan berlangsung.
– Jalur Alternatif Mandeh Bisa Jadi Pilihan
Bagi pengendara yang ingin menghindari penumpukan kendaraan di Singuntur Mudo, petugas menyarankan untuk mempertimbangkan jalur alternatif melalui Kawasan Wisata Mandeh. Kendati demikian, pengendara tetap diminta ekstra waspada dan memperhatikan kondisi medan jalan alternatif tersebut.
Hingga saat ini, tim gabungan masih berupaya mengevakuasi armada truk agar arus lalu lintas Padang–Painan dapat kembali pulih sepenuhnya. Pengendara yang hendak bepergian diimbau untuk memperhitungkan estimasi waktu perjalanan serta selalu mengutamakan keselamatan.
(*)








Komentar