Tembus 7.000 Pasang per Bulan, Sandal Hotel Karya Warga Binaan Lapas Padang Banjir Orderan hingga Bukittinggi

Sakato.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang terus menunjukkan komitmen nyata dalam mengubah stigma negatif menjadi ruang produktivitas. Di bawah kepemimpinan Ronaldo Devinci Talesa, Lapas Padang sukses menggenjot program pembinaan kemandirian warga binaan yang tidak hanya berdampak pada pembentukan karakter, tetapi juga bernilai ekonomi tinggi.

Salah satu program unggulan yang kini menjadi primadona adalah lini produksi sandal hotel hasil karya tangan warga binaan. Tak main-main, produk ini telah dipercaya dan dipasarkan secara luas ke sejumlah hotel ternama hingga rumah sakit di wilayah Kota Padang dan Kota Bukittinggi.

Hingga Mei 2026, Lapas Kelas IIA Padang kukuh bertahan sebagai salah satu produsen sandal hotel terpercaya dan terdepan di Sumatera Barat. Angka produksinya pun terbilang fantastis, yakni mencapai rata-rata 7.000 pasang setiap bulannya.

Kalapas Kelas IIA Padang, Ronaldo Devinci Talesa, menjelaskan bahwa program ini merupakan wujud nyata dukungan jajarannya terhadap program akselerasi yang dicanangkan oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas).

“Kami ingin membekali warga binaan dengan keterampilan yang memiliki value (nilai guna) tinggi. Ini menjadi bekal konkret bagi masa depan mereka setelah bebas dan kembali ke tengah masyarakat nantinya,” ujar Ronaldo.

Melongok ke dapur produksinya, seluruh proses pembuatan sandal hotel dikerjakan langsung di ruang kegiatan kerja Lapas Padang. Mulai dari pemilihan bahan baku, pemotongan pola, proses perakitan, hingga tahap akhir (finishing), semuanya ditangani secara teliti oleh warga binaan yang sebelumnya telah mendapatkan pelatihan profesional.

Ronaldo menjamin, meski dikerjakan dari dalam jeruji besi, kualitas produk yang dihasilkan tidak kalah dengan pabrikan luar. Petugas Lapas dikerahkan secara rutin untuk melakukan kontrol kualitas (quality control) yang ketat.

“Petugas kami rutin memastikan setiap detailnya rapi, nyaman, dan memenuhi standar kualitas tinggi sebelum didistribusikan kepada para pelanggan,” tambahnya.

Lebih dari sekadar mengisi waktu luang dan mengasah kreativitas, program pembinaan mandiri ini juga memberikan stimulus finansial bagi para warga binaan. Melalui sistem premi kerja, mereka berkesempatan memperoleh penghasilan tambahan selama menjalani masa pidana. Penghasilan tersebut tentu dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan harian atau dikirimkan kepada keluarga di rumah.

Keberhasilan produksi sandal hotel berskala ribuan pasang ini menjadi bukti sahih bahwa sistem pemasyarakatan modern telah bergeser ke arah yang lebih humanis, kreatif, dan produktif. Lapas Kelas IIA Padang sukses membuktikan diri mampu melahirkan kemandirian yang membawa manfaat nyata bagi warga binaan maupun industri lokal di Sumatera Barat.

(*)

 

Komentar