<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Opini &#8211; Sakato.co.id</title>
	<atom:link href="https://sakato.co.id/tag/opini/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sakato.co.id</link>
	<description>Selalu Menginspirasi</description>
	<lastBuildDate>Fri, 01 Mar 2024 12:52:22 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.4</generator>

<image>
	<url>https://sakato.co.id/wp-content/uploads/2023/07/cropped-sakato-90x90.jpg</url>
	<title>Opini &#8211; Sakato.co.id</title>
	<link>https://sakato.co.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Peningkatan Aksesibilitas Layanan Kantor Urusan Agama (KUA): Layanan Keagamaan Holistik dan Komprehensif </title>
		<link>https://sakato.co.id/peningkatan-aksesibilitas-layanan-kantor-urusan-agama-kua-layanan-keagamaan-holistik-dan-komprehensif/</link>
					<comments>https://sakato.co.id/peningkatan-aksesibilitas-layanan-kantor-urusan-agama-kua-layanan-keagamaan-holistik-dan-komprehensif/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[sakato]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Mar 2024 12:52:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Spesifik]]></category>
		<category><![CDATA[KUA]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Rektor UIN Imam Bonjol]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sakato.co.id/?p=4936</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Prof. Martin Kustati, M.Pd. (Rektor UIN Imam Bonjol Padang) Sakato.co.id &#8211;The post <a href="https://sakato.co.id/peningkatan-aksesibilitas-layanan-kantor-urusan-agama-kua-layanan-keagamaan-holistik-dan-komprehensif/">Peningkatan Aksesibilitas Layanan Kantor Urusan Agama (KUA): Layanan Keagamaan Holistik dan Komprehensif </a> appeared first on <a href="https://sakato.co.id">Sakato.co.id</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Prof. Martin Kustati, M.Pd.</strong><br />
<strong>(Rektor UIN Imam Bonjol Padang)</strong></p>
<p><strong>Sakato.co.id </strong>&#8211; Kantor Urusan Agama (KUA) merupakan garda terdepan Kementerian Agama Republik Indonesia yang memainkan peranan penting dalam memberikan layanan publik, terkait urusan keagamaan.</p>
<p>Dalam era yang terus berkembang ini, transformasi KUA menjadi perhatian penting oleh Menteri Agama RI Yaqut Cholil Qoumas dalam peningkatan pelayanan publik dengan harapan memastikan layanan bersifat efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat Indonesia yang heterogen.</p>
<p>Revitalisasi KUA tidak sekedar mentransformasi layanan KUA, namun peningkatan aksesibilitas dan memperluas jangkauan masyarakat yang dilayanani merupakan poin penting yang disamapaikan Menteri Agama, Gus Yaqut. Sebaran KUA yang berada diberbagai wilayah, termasuk desa terpecil di pelosok Indonesia yang sulit terjangkau sekalipun, sehingga dapat memastikan seluruh lapisan masyarakat dapat terlayani oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.</p>
<p>Untuk dapat melayani masyarakat dalam urusan keagamaan, KUA direvitalisasi dengan peningkatan kompetensi pegawai seperti pengetahuan yang memadai tetang hukum agama, dan prosedur administrasi yang berlaku. Disamping itu, para pengawai juga perlu dilatih dalam keterampilan komunikasi dan palayanan agar memberikan layanan yang raamah, profesional, dan mengedepankan kepuasan masyarakat.</p>
<p>Sejalan dengan cita-cita peningkatan aksesibilitas, KUA perlu berkolaborasi dengan berbagai pihak eksternal, berbagai lembaga keagamaan yang ada di Indonesia, organisasi masyarakat, tokoh mayarakat, pemerintah daerah dan stakeholder lainnya. Kolaborasi ini akan dapat memberikan layanan agama yang holistik dan komprehensif kepada masyarakat.</p>
<p>Layanan agama holistik merupakan sebuah pendekatan yang memberikan layanan agama kepada masyarakat, pendekatan ini tidak hanya terbatas pada aspek ritual dan kegamaan semata, tetapi juga mencakup aspek sosial, psikologis, dan kesejahteraan secara keseluruhan.  Harapan yang disampaikan Menteri Agama Republik Indonesia, layanan agama melalui Kantor Urusan Agama memberikan dampak yang lebih luas dalam kehidupan individu dan masyarakat secara keseluruhan</p>
<p>Peningkatan aksesibilitas KUA akan mewujudkan VISI Kementerian Agama dalam mewujudkan masyarakat yang saleh, moderat, cerdas dan unggul untuk mewujudkan Indonesia yang maju berdaulat, mandiri dan berkepribadian berdasarkan gotong royong.</p>
<p>(*)</p>
The post <a href="https://sakato.co.id/peningkatan-aksesibilitas-layanan-kantor-urusan-agama-kua-layanan-keagamaan-holistik-dan-komprehensif/">Peningkatan Aksesibilitas Layanan Kantor Urusan Agama (KUA): Layanan Keagamaan Holistik dan Komprehensif </a> appeared first on <a href="https://sakato.co.id">Sakato.co.id</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sakato.co.id/peningkatan-aksesibilitas-layanan-kantor-urusan-agama-kua-layanan-keagamaan-holistik-dan-komprehensif/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bahasa Cinta dan Fase Tumbuh Kembang Anak</title>
		<link>https://sakato.co.id/bahasa-cinta-dan-fase-tumbuh-kembang-anak-2/</link>
					<comments>https://sakato.co.id/bahasa-cinta-dan-fase-tumbuh-kembang-anak-2/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[sakato]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 15 Feb 2024 04:32:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Spesifik]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sakato.co.id/?p=4682</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Shilva Lioni (Dosen Jurusan Sastra Inggris Universitas Andalas) Sakato.co.id &#8211; AnakThe post <a href="https://sakato.co.id/bahasa-cinta-dan-fase-tumbuh-kembang-anak-2/">Bahasa Cinta dan Fase Tumbuh Kembang Anak</a> appeared first on <a href="https://sakato.co.id">Sakato.co.id</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Shilva Lioni</strong><br />
<strong>(Dosen Jurusan Sastra Inggris Universitas Andalas)</strong></p>
<p><strong>Sakato.co.id</strong> &#8211; Anak merupakan anugerah langsung dari Tuhan yang Maha Esa yang diberikan kepada para orang tua. Seringkali dalam menghadapi anak serta kompleksnya fase tumbuh kembangnya menjadikan para orang tua menjadi tidak sabar dalam menghadapi maupun mendidik anaknya. Espektasi yang tinggi yang mana langsung berharap anak-anaknya mengerti apa yang dimaui oleh kedua orang tua nya dan memahami apa yang dimaksudkan orang tua seakan menjadi pemicu kemarahan jika seandainya yang terjadi dan dilakukan anak justru bertolak dengan apa yang diharapkan orang tua.</p>
<p>Sebagaimana yang kita ketahui, anak memerlukan proses untuk tumbuh, baik secara emosional maupun fisikal. Ada fase-fase yang harus dilewatinya dan itu butuh serangkaian waktu untuk bergerak dari satu fase ke fase selanjutnya. Tidak hanya melewati fase tumbuh namun anak juga memerlukan waktu untuk sebuah fase yang disebut sebagai fase pematangan dari satu tingkat sebelum melaju ke tingkat lainnya. Kita tidak dapat memaksakan seorang anak usia dua tahun untuk memahami apa yang kita sukai dan tidak sukai seperti yang kita beritahukan kepada anak usia tujuh tahun.</p>
<p>Setiap tahapan usia pada dasarnya memiliki karakteristik tumbuh kembang masing-masing. Sebagai contoh dalam tumbuh kembang dan pematangan emosional, usia 1-4 tahun merupakan rentang wajar bagi seorang anak jika mengalami tantrum atau ekspresi emosi yang meledak-ledak dimana pada usia tersebut anak yang bersangkutan masih belum mampu mengelola emosinya secara tepat dan belum mampu secara paripurna menjelaskan apa yang menjadi keinginannya. Begitu juga dengan kasus tumbuh kembang bahasa, ada anak yang sudah mampu lancar berbahasa di usia dua tahun namun ada juga yang masih terbata-bata.</p>
<p>Pada dasarnya, mendidik anak merupakan sebuah proses yang membutuhkan waktu. Untuk menjadikannya hebat dibutuhkan waktu dan proses didikan yang panjang. Ibarat sebuah lukisan, sebelum menjadi lukisan ciamik yang indah, tentu ada proses goresan garis per garis, titik per titik, warna per warna yang perlu ditorehkan terlebih dahulu, demikian pula halnya pada anak.</p>
<p>Kita sebagai orang tua tidak bisa mengharapkan anak untuk tidak tantrum, namun kita tidak pernah mau menerima dan mengelola proses itu dengan baik. Kita sebagai orang tua tidak bisa mengharapkan anak mampu dan lancar berbahasa tanpa pernah memberikannya sekalipun input dan pengalaman memadai. Sebagai contoh bagaimana bisa seorang anak dapat mengetahui cara untuk menenangkan diri ketika iya sedang marah tanpa pernah diperkenalkan dan divalidasi orang tuanya nya rasa marah itu apa, seperti apa,, bagaimana, dan harus seperti apa melepaskannya. Demikian juga halnya dengan bahasa. bagaimana bisa seorang anak menggunakan kata “berlari” ketika dia belum paham konsep dan mempunyai pengalaman terkait dengan aktivitas berlari itu sendiri? Hal inilah yang kemudian terjadi pada seorang anak yang tidak mampu kemudian melampiaskan emosinya secara tepat dan juga menjawab pertanyaan tertentu dikarenakan orang tua anak yang bersangkutan tidak pernah memberikan pengalaman atau mengenalkan kata maupun memvalidasi rasa dan emosi yang dimiliki kepada sang anak.</p>
<p>Sebuah pemahaman muncul dari sebuah pengalaman baik itu pengalaman fisik ataupun pengalaman leksikon seperti pernah mendengar dan menyimpan hal tersebut sebelumnya sekedar dalam ingatan. Sementara itu sebuah implementasi dan aplikasi lahir dari sebuah pemahaman. Begitu pula halnya dengan cara kerja tumbuh kembang anak.</p>
<p>Lebih lanjut, sebuah studi menyebutkan bahwasanya otak manusia akan mengalami perubahan ketika seseorang belajar sesuatu atau menerima suatu rangsangan. Hal ini dilansir dalam NYTimes, Senin (23/5/2011) yang menyebutkan bahwasanya semakin sering seseorang mempelajari hal baru atau menerima rangsangan maka akan semakin ruwet atau banyak sinapsis terbentuk di otaknya yang menandakan adanya koneksi bagus antar sel saraf dalam otak.</p>
<p>Tumbuh kembang seorang anak pada dasarnya sangatlah bergantung pada didikan yang diterimanya dari lingkungan sekitarnya terutama dari kedua orang tuanya. Lalu pertanyaannya apa yang dibutuhkan seorang anak dalam fase tumbuh kembangnya? Apakah sebuah teriakan, luapan emosi, makian, cacian atau hinaan sebagai luapan emosi kemarahan? Tentu jawabannya tidak.</p>
<p>Banyak orang tua yang berkata bahwasanya anak akan pandai dengan sendirinya saat usia nya tiba. Lantas, apakah hal tersebut benar? Apakah sebuah pemahaman akan kehidupan yang kompleks yakni didominasi oleh berbagai memori dan pengalaman serta pemahaman dibaliknya dapat tumbuh dengan sendirinya tanpa ada sesuatu yang disebut dengan “input pengajaran”?</p>
<p>Dalam sebuah teori pengajaran bahasa yang diungkap oleh seorang psikiatris dari Bulgaria bernama Georgi Lozanov disebutkan bahwasanya sangat penting untuk menciptakan sebuah kenyamanan dalam sebuah proses pengajaran dan penyerapan ilmu pengetahuan. Beliau lebih lanjut menyebutkan bahwasanya dengan menciptakan lingkungan dan atmosfer yang nyaman, maka segala kecemasan, stres, dan penolakan dari psikologis akan tereduksi sehingga setiap orang dapat menikmati setiap proses pengajaran yang ada dengan kemampuan penyerapan yang lebih optimal dibandingkan ketika dia stres atau merasa tertekan.</p>
<p>Sebuah kenyamanan bagi seorang anak pada dasarnya tanpa kita sadari adalah hal yang cukup sederhana yaitu ketika dia merasa dicintai dan mencintai. Oleh karenanya sangat penting bagi orang tua untuk dapat mengekspresikan dan mengeluarkan seluruh cinta yang dimilikinya kepada sang anak baik itu melalui bahasa maupun sikapnya terutama dalam mendampingi proses sang anak untuk bertumbuh dari satu tahapan ke tahap lainnya. Bahasa yang penuh kelembutan dan penuh cinta tidak hanya akan membuat seorang anak merasa nyaman berada didekat orang tuanya namun juga aman dan percaya diri. Ketika seorang anak merasa dirinya dicintai, maka dia akan belajar untuk mencintai karena ini adalah dua hal yang saling terkait erat antar satu sama lainnya.</p>
<p>Kehadiran bahasa cinta pada dasarnya sangatlah penting dalam membangun proses tumbuh kembang anak. Tidak hanya sebagai fondasi dasar baginya untuk belajar mencintai dan mengeluarkan seluruh potensi kemampuan yang dimilikinya namun kehadirannya juga dapat menjadi contoh kelak baginya untuk mengekspresikan cintanya. Semoga kita dapat menjadi orang tua penuh cinta.</p>
<p>(*)</p>
The post <a href="https://sakato.co.id/bahasa-cinta-dan-fase-tumbuh-kembang-anak-2/">Bahasa Cinta dan Fase Tumbuh Kembang Anak</a> appeared first on <a href="https://sakato.co.id">Sakato.co.id</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sakato.co.id/bahasa-cinta-dan-fase-tumbuh-kembang-anak-2/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sinyal Bahaya Kabau Sirah</title>
		<link>https://sakato.co.id/sinyal-bahaya-kabau-sirah/</link>
					<comments>https://sakato.co.id/sinyal-bahaya-kabau-sirah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[sakato]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jan 2024 14:46:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sakato.co.id/?p=4198</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Eko Kurniawan (Spartacks Cyber) Sakato.co.id &#8211; Pertemuan tim Kabau Sirah SemenThe post <a href="https://sakato.co.id/sinyal-bahaya-kabau-sirah/">Sinyal Bahaya Kabau Sirah</a> appeared first on <a href="https://sakato.co.id">Sakato.co.id</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Eko Kurniawan</strong><br />
<strong>(Spartacks Cyber)</strong></p>
<p><strong>Sakato.co.id</strong> &#8211; Pertemuan tim Kabau Sirah Semen Padang FC versus PSMS Medan hari ini rabu 17 Januari 2024 di Stadion H Agus Salim Padang bertanda sinyal bahaya untuk kedua tim. Kalah atau imbang, maka kedua tim makin berat melangkah ke babak semifinal Liga 2 Pengadaian. Di laga ketiga ini ada kejutan terjadi di kubu ayam Kinantan,yaitu pergantian pelatih sementara ke Legimin Raharjo.</p>
<p>Pasca imbang dari Aceh,anak asuh Delfi Adri pun fokus ke laga super berat lawan Nico Malau dan kawan kawan. Modal dua poin,belum jaminan untuk Rosad Setiawan dan kolega jumawa untuk jadi calon juara Liga 2 musim ini.</p>
<p>Kenapa demikian? Pertama, faktor non teknik masih melanda SPFC. Mulai dari jadwal pertandingan hari ini masih malam kick off pukul 19.00 WIB. Disiarkan langsung oleh TV.</p>
<p>Kedua, melihat psikologis armada anak bukit Indarung mulai kurang fokus. Hal ini disebabkan faktor kelelahan karena baru recovery satu hari balik dari Langsa hari minggu lalu.</p>
<p>Jika rotasi pemain tidak berjalan efektif, pilihan terbaik adalah memaksimalkan anak muda seperti Roken, Firman,Dan lainnya lebih ke dalam untuk membangun serangan tengah. Karena pergerakan seorang Rosad, sudah kebaca pihak lawan.</p>
<p>Ada sisi lain supaya bola tidak lepas,maka peran seorang mak itam Kenneth Ngwoke pandai cari posisi yang kosong di lini pertahanan Joko Susilo,palang pintu PSMS Medan. Karena dua gol PSIM Yogyakarta lahir dari kesalahan bek Medan.</p>
<p>Nah,ada reunian antara Nico Malau dan tim kabau Sirah, karena Nico Malau pernah berbaju merah di musim 2012 sampai 2014. Tentu secara pribadi dia punya ambisi besar untuk cetak gol. Apalagi ketika di Yogyakarta, mampu memberikan gol untuk Medan . Pertanda,mantan juga punya kepentingan untuk laga ini.</p>
<p>Namun, jika laga ini hambatan faktor cuaca lagi hujan,maka lapangan juga butuh perhatian panpel pertandingan. Di waktu lawan PSIM Yogyakarta,ada beberapa titik air tergenang dilapangan. Semoga jadi terlaksana laga ini sesuai jadwal.</p>
<p>Seorang Ahmad Ikhwan juga kembali dinantikan golnya . Sebab di 2 laga sebelumnya baik imbang 2-2 maupun menang 2-1, Ahmad Ikhwan jadi pahlawan untuk tim berdiri tahun 1980 tersebut. Apakah daya jelajahnya masih seperti main di Teladan? Kita tunggu saja aksi seorang Ahmad Ikhwan. Ayam Kinantan di pertandingan hari ini juga akan menyimpan senjata mematikan,maka perlu taktik permainan di babak kedua. Karena Medan dikenal di tiga laga terakhir jago cetak gol di babak kedua,vs Sriwijaya 2-2,vs Persiraja 0-0,dan terakhir vs PSIM Yogyakarta,1-2,lagi lagi Nico Malau jadi pembeda. Ketika laga vs Sriwijaya,cetak 2 gol, lawan Laskar Mataram 1 gol. Maka statistik seorang Nico Malau jadi ujian buat Kim,Agus Nova, Syaiful Ramadhan.</p>
<p>Animo penonton diprediksikan akan kembali memenuhi Stadion J Agus Salim Padang. Publik Padang tentu berharap ada pesta alias poin penuh. Ayo Kabau Sirah, kita bisa, sasaka</p>
The post <a href="https://sakato.co.id/sinyal-bahaya-kabau-sirah/">Sinyal Bahaya Kabau Sirah</a> appeared first on <a href="https://sakato.co.id">Sakato.co.id</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sakato.co.id/sinyal-bahaya-kabau-sirah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pertandingan Sarat Gengsi</title>
		<link>https://sakato.co.id/pertandingan-sarat-gengsi/</link>
					<comments>https://sakato.co.id/pertandingan-sarat-gengsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[sakato]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Sep 2023 05:28:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Semen Padang Fc]]></category>
		<category><![CDATA[Spartacks]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sakato.co.id/?p=2040</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Eko Kurniawan.                  (SpartackThe post <a href="https://sakato.co.id/pertandingan-sarat-gengsi/">Pertandingan Sarat Gengsi</a> appeared first on <a href="https://sakato.co.id">Sakato.co.id</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Eko Kurniawan.                  (Spartack Cyber)</strong></p>
<p><strong>Sakato.co.id </strong>&#8211; Laga antara PSPS Riau versus Semen Padang FC hari ini senin 25 September 2023 di Rumbai Pekanbaru akan berlangsung penuh gengsi.</p>
<p>Anak asuh couch Delfi Adri tentu kekuatan penuh.Di samping ada pemain ke 12 Spartack,tentu riuh dan dukungan langsung ke stadion jadi spirit Rosad Setiawan dan kawan kawan di medan laga.</p>
<p>Walau status laga away perdana,Kota Pekanbaru bukan suatu suatu halangan tim Kabau Sirah meraih poin. Diperkirakan ribuan urang awak di kota bertuah akan nonton langsung ke stadion. Faktor 60 persen penduduk Kota Pekanbaru asal Padang jadi fakta bahwa SPFC optimis mencuri poin.</p>
<p>Pada pertemuan musim lalu di Stadion Kaharuddin Nasution Rumbai,SPFC sukses bawa poin, setelah imbang 1-1.</p>
<p>Melihat di musim ini ,PSPS sudah menjalani dua laga, versus Persiraja dan PSDS, dengan hasil imbang 0-0 versus Persiraja dan kalah 0-3 di tangan PSDS Deli Serdang.Dengan poin satu,maka peluang dan statistik berpihak ke anak anak Indarung.</p>
<p>Pasca kemenangan versus PSDS Deli Serdang2-0,ketajaman Kenneth tentu kembali ditunggu aksi ciamiknya. Kemenangan SPFC diperkirakan di tangan Kenneth.Mesin gol tim berdiri tahun 1980 ini sudah mulai tumbuh kepercayaan dirinya.</p>
<p>Nah,jika Kenneth di laga kedua SPFC cetak gol kemenangan,posisi di klasemen akan naik ke peringkat pertama.</p>
<p>Masalah sang pengadil alias wasit di laga ini sorotan suporter Spartack.Hati-hati jangan sampai membuat kesalahan di kotak 12 pas,pluit tendangan finalti jadi monster untuk tim SPFC.</p>
<p>Memang bola itu bundar,tapi sebagai suporter kita tetap mendukung tim baik laga home maupun away,nah ini jadi pembuktian bahwa laga penuh gengsi ini akan tersaji penuh emosional, karena ada beberapa di kedua tim pernah jadi mantan. Di PSPS ada Firman Septian,di SPFC ada Mukhti Alhaq,siapa jadi starting eleven? kita tunggu saja. Ayo kabau sirah, Sasaka.</p>
<p>(*)</p>
The post <a href="https://sakato.co.id/pertandingan-sarat-gengsi/">Pertandingan Sarat Gengsi</a> appeared first on <a href="https://sakato.co.id">Sakato.co.id</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sakato.co.id/pertandingan-sarat-gengsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MENYOAL PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG LARANG HAKIM SAHKAN NIKAH BEDA AGAMA. Apakah SEMA ini Kemunduran</title>
		<link>https://sakato.co.id/menyoal-putusan-mahkamah-agung-larang-hakim-sahkan-nikah-beda-agama-apakah-sema-ini-kemunduran/</link>
					<comments>https://sakato.co.id/menyoal-putusan-mahkamah-agung-larang-hakim-sahkan-nikah-beda-agama-apakah-sema-ini-kemunduran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[sakato]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Aug 2023 03:37:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kolom]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Agung]]></category>
		<category><![CDATA[Muammar kadafi siregar]]></category>
		<category><![CDATA[Nikah Beda Agama]]></category>
		<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[sakato.co.id]]></category>
		<category><![CDATA[Sema]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sakato.co.id/?p=1166</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Muammar Kadafi Siregar (Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Andalas) Sakato.co.id &#8211;The post <a href="https://sakato.co.id/menyoal-putusan-mahkamah-agung-larang-hakim-sahkan-nikah-beda-agama-apakah-sema-ini-kemunduran/">MENYOAL PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG LARANG HAKIM SAHKAN NIKAH BEDA AGAMA. Apakah SEMA ini Kemunduran</a> appeared first on <a href="https://sakato.co.id">Sakato.co.id</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Muammar Kadafi Siregar (Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Hukum Universitas Andalas)</strong></p>
<p><strong>Sakato.co.id</strong> &#8211; Surat Edaran Mahkamah Agung (SEMA) Nomor 2 Tahun 2023 tentang Petunjuk Bagi Hakim dalam Mengadili Perkara Permohonan Pencatatan Perkawinan Antar-Umat Beragama yang Berbeda Agama dan Kepercayaan.</p>
<p>Surat yang ditandatangani ketua MA, Muhammad Syarifuddin pada 17 Juli 2023 ini memerintahkan para hakim untuk “tidak mengabulkan permohonan pencatatan perkawinan antar-umat yang berbeda agama dan kepercayaan”.</p>
<p>SEMA Nomor 2 Tahun 2023 ini diterbitkan setelah banyak desakan dari kalangan yang menyoroti karena sering dikabulkannya permohonan penetapan kawin beda agama oleh Pengadilan Negeri (PN).</p>
<p>Penetapan Hakim ini mereduksi hukum perkawinan yang berlaku di Indonesia, walaupun dalam pertimbangannya hakim dalam memutuskan perkara itu menggunakan dasar hukum yaitu Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.</p>
<p>Persoalan upaya hukum yang terjadi mengenai tentang larangan pernikahan beda agama di Indonesia sebenarnya adalah persoalan yang sudah berlangsung cukup lama, sikap-sikap perwakilan pelbagai kelompok agama juga sudah dikemukakan di ruang-ruang siding gugatan pada masa sebelumnya.</p>
<p>Pada 18 Juni 2015, Mahkamah Konstitusi (MK) pernah menolak gugatan terhadap UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan yang diajukan Damian Agata Yuvens, Rangga Sujud Widigda, Anbar Jayadi, dan Luthfi Sahputra. Dalam UU tersebut ada Pasal 2 Ayat 1 yang menyatakan bahwa “Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut agama masing-masing agama dan kepercayaan itu”.</p>
<p>MK menolak gugatan terhadap pasal ini, maka pasal itu tidak berlaku sampai sekarang. Artinya, dua sejoli yang menikah harus seagama, tidak bisa beda agama.<br />
Menyoal surat edaran MA, di Negara Indonesia sebenarnya apakah semua agama melarang nikah beda agama? Berikut adalah keterangan dari perwakilan kelompok-kelompok agama yang ada pernah dihadirkan di persidangan MK :</p>
<p>1. Islam : Melarang</p>
<p>2. Kristen Katolik (KWI) : Tidak Melarang</p>
<p>3. Kristen Protestan (PGI) : Tidak Melarang</p>
<p>4. Hindu (PHDI) : Melarang</p>
<p>5. Buddha (Walubi) : Patuh Terhadap UU</p>
<p>6. Konghucu (Matakin) : Tak bisa tapi tak boleh dihalangi</p>
<p>Meskipun Mahkamah Agung merujuk pada UU Perkawinan, SEMA ini dinilai sudah mengenyampingkan Undang-Undang yang lain, yakni Undang-undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan (UU Adminduk).</p>
<p>Dampak yang akan ditilbulkan SEMA ini nantinya akan menjadikan hakim tidak bisa lagi mengabulkan penetapan untuk mencatatkan perkawinan beda agama. Artinya SEMA mengenyampingkan UU Adminduk UU 23/2006 Pasal 35 huruf a, Pasal ini menyebutkan bahwa pencatatan perkawinan sebagaimana dimaksudkan dalam pasal 34 berlaku pula bagi perkawinan yang ditetapkan.</p>
<p>SEMA bukanlah Undang-undang, sehingga hal itu juga tidak bisa mempengaruhi pencatatan pernikahan warga negara Indonesia (WNI) beda agama yang ada di luar negeri. Maka negara harus tetap menjalankan tugasnya mencatat pernikahan warga negara Indonesia.</p>
<p>kemudian bagaimana dengan Hak Asasi Mansuia, apakah SEMA ini bertentangan?</p>
<p>Hak asasi manusia adalah hak yang dianugerahkan tuhan Yang Maha Esa kepada setiap Individu di Bumi. Setiap orang wajib menjaga, melindungi serta menghormati hak setiap orang. Jika dilihat dari aspek Hukum Tata Negara dan HAM putusan MA ini adalah sarat Intervensi Politik yang bertentangan dengan Undang-Undang Administrasi Kependudukan serta melanggar hak asasi manusia dan SEMA No 2 Tahun 2023 merupakan kemunduran serta harus segera direvisi.</p>
<p>“Kadang Tuhan Menguji Manusia Dengan Cinta Beda Agama, Hanya Untuk Memastikan Apakah Manusia itu Lebih Mencintai Penciptanya Atau Ciptaanya”. kami berharap diterbitkannya SEMA No. 2 Tahun 2023 mampu merekatkan dan menguatkan antar-institusi negara bukan sebaliknya. Selain itu UU Perkawinan harus ditaati oleh masyarakat, tanpa pengecualian.</p>
<p>(*)</p>
The post <a href="https://sakato.co.id/menyoal-putusan-mahkamah-agung-larang-hakim-sahkan-nikah-beda-agama-apakah-sema-ini-kemunduran/">MENYOAL PUTUSAN MAHKAMAH AGUNG LARANG HAKIM SAHKAN NIKAH BEDA AGAMA. Apakah SEMA ini Kemunduran</a> appeared first on <a href="https://sakato.co.id">Sakato.co.id</a>.]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://sakato.co.id/menyoal-putusan-mahkamah-agung-larang-hakim-sahkan-nikah-beda-agama-apakah-sema-ini-kemunduran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
