Sakato.co.id – Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Padang mengukir sejarah baru dalam dunia pendidikan di Sumatera Barat dengan meresmikan Galeri Investasi Digital (GID) Bursa Efek Indonesia (BEI) di Sekolah tersebut, Rabu (2/9/2026).
Langkah strategis ini terwujud melalui kerja sama erat antara Yayasan Kalam Kudus Cabang Padang dengan Bursa Efek Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), serta PT MNC Sekuritas sebagai pihak operator.
Kehadiran Galeri Investasi ini menjadi bagian dari komitmen SKKK Padang dalam memperkuat value pendidikan fundamental serta membekali para siswa agar mempunyai skil dalam kehidupan (life skills), khususnya di bidang manajemen keuangan dan literasi pasar modal sejak dini.
Sebagai sekolah berbasis teknologi bergelar Google Reference School, SKKK Padang mengintegrasikan edukasi investasi ini ke dalam kurikulum berbasis STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Mathematics).
Melalui fasilitas ini, para siswa tidak hanya diajarkan teori, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam memahami pergerakan pasar modal serta simulasi transaksi saham secara langsung.
Edukasi yang diberikan menitikberatkan pada pemahaman value investing dan pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab, bukan dorongan spekulasi atau sekadar perilaku konsumtif (FOMO).
Wakil Ketua Yayasan Kalam Kudus Padang, Hendri Gunawan, menegaskan bahwa kolaborasi ini merupakan wujud nyata transformasi pendidikan yang telah dijalankan lembaga selama enam tahun terakhir.
Menurutnya, sekolah bertanggung jawab membentuk pondasi karakter yang kuat sekaligus melengkapi siswa dengan hard skill, soft skill, dan people skill.
“Kami komitmen mentransformasi pendidikan, bukan sekadar teori. Harapannya, ketika anak-anak lulus SMA, mereka mempunyai skil yang kuat dalam kehidupan mereka. Kami menanamkan bahwa investasi itu adalah pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab, berlandaskan integritas dan karakter, bukan spekulasi. Ini menjadi benteng aman agar anak-anak terhindar dari investasi bodong,” ujar Hendri Gunawan.
Hendri menambahkan, simulasi transaksi dalam galeri ini dibekali dengan modal deposit awal khusus untuk media belajar.
Langkah tersebut bertujuan agar siswa dapat secara langsung mempraktikkan pengelolaan uang tabungan, memahami alur pengeluaran, serta mempelajari nilai waktu dari uang (time value of money) demi membangun investasi aset masa depan sejak dini.
Inisiatif ini mendapat sambutan hangat serta apresiasi tinggi dari pemerintah daerah setempat. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, Budi Hermawan, menyatakan pihak Dinas Pendidikan siap mendukung dan memfasilitasi langkah progresif ini.
“Kami menyambut luar biasa dan mengapresiasi SKKK Padang yang telah memprakarsai peresmian Galeri Investasi ini. Ini adalah sarana yang sangat baik bagi anak-anak untuk belajar secara digital. Kami berharap fasilitas ini dikelola dengan baik dan terus melahirkan prestasi,” tutur Budi Hermawan.
Senada dengan hal tersebut, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat, Roni Nazra, mengungkapkan bahwa pendirian peresmian GID di SKKK Padang ini merupakan hasil dari proses persiapan yang matang.
Ia menyoroti pentingnya penyiapan mental dan literasi generasi muda menghadapi pergeseran lanskap ekonomi masa depan yang serba digital.
“Pasar modal ke depan akan menjadi salah satu instrumen utama sumber pendanaan. Peran konvensional secara perlahan akan digantikan oleh pasar modal. Melalui galeri interaktif ini, anak-anak akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi digital, sekaligus teredukasi dari hal-hal negatif. Hasil akhir yang kita harapkan, galeri ini menjadi ruang belajar cerdas untuk mengelola keuangan dan mengambil keputusan secara bijak,” ungkap Roni Nazra.
Acara peluncuran tersebut disempurnakan dengan pelantikan struktur pengurus gerai Galeri Investasi Digital (GID) BEI Yayasan Kalam Kudus Padang. Rangkaian kegiatan ini turut dihadiri oleh jajaran pengurus yayasan, perwakilan instansi terkait, para orang tua siswa, serta para tamu undangan lainnya.
(*)




Komentar