Sakato.co.id – Pameran foto jurnalistik sekaligus peluncuran buku foto Prahara Pulau Emas dikunjungi Bupati Tanah Datar, Eka Putra, di Istano Basa Pagaruyung, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat (Sumbar), Rabu (29/7/2026).
Kegiatan yang diinisiasi Pewarta Foto Indonesia (PFI), Yayasan Mata Waktu serta PLN itu, mencatat sejarah sebagai pameran foto pertama yang pernah digelar di ikon budaya Minangkabau tersebut.
Selama beberapa hari penyelenggaraan, ratusan pengunjung memadati area pameran untuk melihat rekaman visual bencana banjir bandang yang melanda Aceh, Sumatra Utara, Sumbar pada akhir 2025.
68 karya foto yang dipamerkan tak hanya merekam dahsyatnya bencana, tetapi juga menyimpan kisah duka, perjuangan, serta semangat masyarakat untuk bangkit.
Bupati Tanah Datar, Eka Putra, menyampaikan apresiasi kepada PFI yang telah menghadirkan pameran foto jurnalistik di Istano Basa Pagaruyung.
Menurutnya, kegiatan ini menjadi tonggak baru dalam pemanfaatan kawasan budaya sebagai ruang edukasi sekaligus pengingat akan pentingnya mitigasi bencana.
“Sebelumnya tidak pernah ada pameran foto di Istano Basa Pagaruyung. Ini ide yang luar biasa. Ini perdana adanya pameran foto di sini,” kata Eka Putra saat menutup pameran.
Ia berharap masyarakat, khususnya di tiga provinsi yang pernah terdampak bencana, dapat memanfaatkan pameran tersebut sebagai sarana belajar dari peristiwa yang pernah terjadi.
“Saya mengimbau masyarakat di tiga provinsi yang terdampak bencana, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumbar untuk mengunjungi pameran foto yang diselenggarakan teman-teman PFI ini,” ujarnya.
Menurut Eka, setiap foto yang dipamerkan bukan sekadar dokumentasi, melainkan pengingat agar masyarakat tidak lengah terhadap ancaman bencana yang sewaktu-waktu dapat kembali terjadi.
“Pameran ini mengingatkan kita kembali tentang bencana yang terjadi, supaya kita mengantisipasi dan terus menyosialisasikan kepada masyarakat,” ucapnya.
Ia menegaskan, peristiwa bencana tidak boleh dilupakan karena menyimpan banyak pelajaran penting, terutama dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat dan pemerintah menghadapi potensi bencana di masa mendatang.
“Saya sangat mengapresiasi dan berterima kasih kepada PFI yang sudah melakukan pameran foto ini. Ini mengingatkan kepada kami bahwa bencana ini tidak bisa dilupakan,” katanya.
Sementara itu, Koordinator Wilayah PFI Region Sumatra, Hendra Syamhari, mengatakan pameran foto ini bagian dari roadshow karya fotografi jurnalistrik di tiga provinsi yang terdampak bencana.
“Kami berharap dengan adanya pameran ini mengingatkan kepada kita, kepada generasi kita bahwa besok lusa mereka akan melihat Sumatra pernah hancur seperti ini,” kata Hendra.
“Kita sebagai generasi sebelumnya harus menjaga. Kita yang saat sekarang ini masih aman, bagaimana agar kita bisa menjaga atau pun merawat alam kita sehingga bisa terus dinikmati oleh anak cucu kita” sambungnya.
Ia menambahkan, pameran foto ini menyajikan peristiwa bencana hodrometeorologi di tiga provinsi tersebut beserta upaya penanganan dan pemulihan dampak bencana.
“Kami menampilkan 68 karya foto dari 36 pewarta foto di Indonesia yang saat peristiwa bencana alam turun langsung mendokumentasikan,” jelasnya.
(*)








Komentar