Perkuat Ekonomi Kerakyatan, BRI Simpang Empat Dorong Pengembangan Usaha Produktif Nasabah KUR

Sakato.co.id – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui BRI Cabang Simpang Empat terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui akses pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan pelaku usaha. Salah satu bentuk dukungan tersebut diwujudkan melalui kunjungan Pimpinan BRI Cabang Simpang Empat, Fachrizzu, kepada nasabah Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang menjalankan usaha kontrakan di Kabupaten Pasaman Barat pada Jumat (16/10/2026).

Kunjungan ini dilakukan untuk menjalin komunikasi dengan nasabah sekaligus melihat perkembangan usaha yang dijalankan. Melalui hubungan yang berkelanjutan, BRI berupaya memahami kebutuhan pelaku usaha agar dapat memanfaatkan fasilitas pembiayaan secara optimal untuk mendukung pengembangan bisnisnya.

Pimpinan BRI Cabang Simpang Empat, Fachrizzu, menyampaikan bahwa BRI terus mendorong nasabah agar mampu mengembangkan usaha secara berkelanjutan melalui pemanfaatan pembiayaan yang produktif dan pengelolaan usaha yang baik.

“Kami berharap dukungan pembiayaan KUR dapat membantu nasabah mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. Melalui kunjungan ini, kami juga ingin menjaga komunikasi dengan nasabah serta mendorong pelaku usaha agar terus meningkatkan kapasitas bisnisnya sehingga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga dan masyarakat sekitar,” ujar Fachrizzu.

Ia menambahkan, pengembangan usaha produktif di berbagai sektor, termasuk usaha penyewaan kontrakan, memiliki potensi untuk mendukung aktivitas ekonomi masyarakat apabila dikelola secara baik dan berkelanjutan.

Melalui kegiatan ini, BRI Cabang Simpang Empat berharap nasabah dapat terus mengembangkan usahanya, meningkatkan kualitas pengelolaan bisnis, serta memanfaatkan layanan perbankan sesuai kebutuhan usaha.

BRI berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku UMKM melalui program KUR serta menghadirkan layanan perbankan yang mendukung pertumbuhan usaha produktif dan penguatan ekonomi kerakyatan.

(*)

Komentar