Lampaui Target! S2 Hukum Universitas Dharma Andalas Resmi Buka Kuliah Perdana Angkatan Pertama

Sakato.co.id – Sebuah babak baru sejarah pendidikan hukum di Sumatera Barat resmi terukir. Program Magister Hukum Universitas Dharma Andalas menyambut hangat mahasiswa angkatan pertamanya. Perkuliahan angkatan perdana ini resmi dimulai pada awal Oktober lalu, menandai tonggak penting pengembangan ilmu hukum di lembaga pendidikan tinggi swasta daerah ini.

Kegembiraan terasa begitu nyata saat tercatat sebanyak 31 orang telah resmi terdaftar sebagai mahasiswa baru. Angka ini ternyata jauh melampaui sasaran awal yang diproyeksikan panitia penerimaan, membuktikan kepercayaan masyarakat yang luar biasa terhadap kehadiran program ini.

Dekan Fakultas Hukum, Sosial, dan Humaniora, Dr. Azmi Fendri, S.H., M.Kn., menjelaskan bahwa berdirinya program studi ini bukan sekadar menambah pilihan jenjang pendidikan, melainkan menjawab kebutuhan mendesak yang selama ini dirasakan oleh masyarakat dan lembaga di Sumatera Barat. Ada tiga sasaran besar yang ingin dicapai melalui kehadiran program ini.

Pertama, melahirkan sumber daya hukum yang semakin unggul dan berdaya saing. Tantangan hukum di masa depan membutuhkan tidak hanya jumlah yang cukup, tetapi kualitas yang mumpuni.

“Kami ingin terus meningkatkan kualitas sekaligus kuantitas lulusan hukum yang kompeten, berintegritas, dan mampu menjawab persoalan hukum yang semakin beragam di masyarakat,” ujar Dr. Azmi Fendri, dalam keterangan persnya yang diterima, Selasa (13/10/2026).

Kedua, membangun kemitraan yang kokoh dengan pihak terkait. Kehadiran program ini diharapkan dapat menjadi mitra yang saling memperkuat — baik bagi pemerintah maupun instansi penegak hukum — dalam merumuskan kebijakan, menyelesaikan masalah hukum, hingga memberikan edukasi hukum kepada masyarakat luas.

Ketiga, mendorong peningkatan kualitas kampus secara menyeluruh menuju akreditasi unggul. Pembukaan program Magister Hukum menjadi pendorong sekaligus tolok ukur bagi seluruh sivitas akademika untuk terus meningkatkan standar mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, ujar azmi fendri

Ketua Program Studi S2 Hukum, Dr. Engrina Fauzi, S.H., M.H., menyampaikan bahwa prodi ini dibentuk untuk merespons dinamika sosial dan menjawab tantangan globalisasi serta fenomena masalah hukum di masyarakat yang semakin kompleks. Kondisi ini menuntut pemahaman yang lebih mendalam yang tidak lagi dapat diselesaikan sekadar dengan pemahaman normatif di tingkat sarjana, melainkan dibutuhkan kajian yang lebih tajam untuk mengatasi kekosongan hukum maupun masalah hukum baru yang muncul di tengah masyarakat.

Lebih lanjut ia menambahkan, prodi ini juga diarahkan untuk melahirkan peneliti hukum yang andal yang mampu menjawab berbagai persoalan hukum yang ada di masyarakat dalam menghadapi era digital.

Perkuliahan dirancang fleksibel, diselenggarakan pada Jumat, Sabtu, dan Minggu, serta memberikan kemudahan akses melalui pilihan perkuliahan daring (online). Para mahasiswa angkatan pertama ini datang dari beragam latar belakang profesi — ada anggota kepolisian, advokat, tenaga medis, dan jurnalis. Keberagaman ini dipandang sebagai kekuatan istimewa yang akan memperkaya wawasan hukum dari berbagai perspektif kehidupan nyata.

Kualitas akademik juga diperkuat melalui kerja sama strategis dengan Universitas Andalas, dengan sebagian besar tenaga pengajar berasal dari universitas ternama tersebut. Program ini menempuh beban studi sebanyak 56 SKS, yang terdiri dari mata kuliah wajib, mata kuliah pilihan, dan penyusunan tesis.

Sebagai angkatan perintis yang memulai langkahnya sejak awal Oktober lalu, mereka memegang peran istimewa. Semoga perjalanan ilmu mereka kelak melahirkan para pemikir hukum yang bijaksana, profesional, dan bermanfaat bagi masyarakat luas.

(*)

Komentar