Sakato.co.id – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sumatera Barat resmi menggelar puncak peringatan Bulan Inklusi Keuangan (BIK) tahun 2026. Acara yang berlangsung meriah ini dipusatkan di Basko Grand Mall, Padang, pada Minggu (1/11/2026).
Rangkaian kegiatan BIK 2026 diisi dengan beragam agenda menarik yang memadukan hiburan dan edukasi. Mulai dari Sitkom Literasi Keuangan, Fun Game, Reels on The Spot, Dance Competition, lomba mewarnai anak-anak, penampilan musik hiburan, stan edukasi Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK), hingga pembagian beragam doorprize menarik.
Kepala OJK Sumbar, Roni Nazra, menjelaskan bahwa kampanye inklusi keuangan merupakan agenda tahunan yang bertujuan untuk mendorong pemanfaatan produk dan layanan jasa keuangan formal secara masif di tengah masyarakat.
“Puncak BIK ini sebenarnya merupakan agenda rutin setiap tahun. Harusnya digelar bertepatan di Kantor Gubernur pada akhir bulan lalu, namun karena faktor cuaca akhirnya ditunda dan kita laksanakan hari ini di Basko Grand Mall. Tujuannya tidak lain untuk terus memicu dan meningkatkan inklusi keuangan masyarakat,” ujar Roni.
Inklusi Keuangan Sumbar Melampaui Rata-Rata Nasional
Roni mengapresiasi pencapaian inklusi keuangan masyarakat Sumatera Barat pada tahun 2026 yang dinilai sangat tinggi, bahkan berhasil melampaui capaian nasional.
“Berdasarkan hasil survei, tingkat inklusi keuangan di Sumatera Barat tahun ini sudah mencapai sekitar 95,37 persen, berarti diatas inklusi nasional 93,61 persen. Artinya, mayoritas masyarakat Sumbar sudah menggunakan dan memanfaatkan produk maupun layanan jasa keuangan, seperti tabungan, kredit, dan produk keuangan formal lainnya,” ungkapnya.
Meski demikian, Roni memberikan catatan kritis terkait celah antara tingkat inklusi dan literasi keuangan masyarakat yang masih terjadi hingga saat ini.
“Tantangannya adalah inklusi yang tinggi tanpa diimbangi literasi yang memadai bisa menjadi bumerang. Kebiasaan masyarakat kita kerap memanfaatkan atau mengambil produk keuangan dulu baru belajar belakangan. Tanpa pemahaman yang baik, masyarakat rentan terjerat pinjaman ilegal maupun kejahatan investasi bodong,” tegasnya.
Untuk itu, OJK Sumbar berkomitmen terus menggenjot edukasi agar masyarakat mampu memilah dan memilih produk keuangan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan keamanan mereka.
Perkuat Sinergi Lintas Sektor
Pelaksanaan BIK 2026 menjadi wujud nyata kolaborasi OJK bersama seluruh pemangku kepentingan (stakeholders) dalam memperluas akses keuangan formal. Rangkaian kegiatan ini mencakup kampanye literasi, kemudahan pembukaan rekening, penyaluran pembiayaan, hingga program pemberdayaan masyarakat.
Roni menegaskan, OJK tidak dapat bekerja sendiri dalam memperkuat ekosistem keuangan daerah. Diperlukan sinergi yang erat antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia, Industri Jasa Keuangan, akademisi, media, komunitas, serta seluruh lapisan masyarakat.
“Mari kita pastikan setiap warga Sumatera Barat tanpa terkecuali memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses layanan keuangan formal yang aman, mudah, terjangkau, dan bermanfaat. Semoga momentum BIK 2026 ini memperkuat fondasi ekonomi rakyat, meningkatkan daya saing UMKM, serta mempercepat transformasi ekonomi digital menuju Sumatera Barat yang tangguh dan sejahtera,” tutupnya.
(*)








Komentar