Sakato.co.id – Tim SAR gabungan akhirnya berhasil menemukan korban terseret arus banjir bandang di Kampung Parit, Jorong Tonang Raya, Nagari Simpang Tonang, Kecamatan Duo Koto, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat, pada Rabu (23/9/2026) pagi.
Korban atas nama Amri Anto (51) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada hari keenam pencarian (H6), sekitar 1,1 kilometer dari lokasi awal kejadian (last known position/LKP).
Koordinator Pos SAR Pasaman, Novi Yurandi, mengatakan bahwa upaya pencarian hari keenam dimulai sejak pukul 07.00 WIB. Tim gabungan dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU) untuk menyisir area seluas kurang lebih 7 kilometer.
“SRU 1 melakukan pencarian di sektor A sekitar area LKP dengan radius 2,5 kilometer, sementara SRU 2 menyisir sektor B hingga radius 4,5 kilometer,” ujar Novi, Rabu (23/9/2026).
Jasad korban berhasil dideteksi dan dievaluasi pada pukul 09.30 WIB di titik koordinat 0°23’2,7″N – 99°56’24,24″E. Usai dievakuasi dari lokasi, jenazah langsung dibawa ke Puskesmas Simpang Tonang untuk proses penanganan medis sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Novi menjelaskan, proses pencarian di lapangan menghadapi tantangan berat akibat kondisi medan. “Faktor penghambat utama di lapangan adalah tebalnya sedimentasi tanah serta tumpukan material kayu dan batu yang terbawa arus banjir bandang,” jelasnya.
Bencana banjir bandang ini sebelumnya dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Pasaman pada Jumat (18/9/2026) sore. Arus air yang mendadak meluap sekitar pukul 17.15 WIB menerjang pemukiman warga dan menyeret korban.
Pencarian selama enam hari ini melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, di antaranya Pos SAR Pasaman, Unit Siaga SAR Agam, Polres Pasaman, BPBD Pasaman, Kodim 0305, local hero, serta bantuan dari puluhan masyarakat setempat. Tim juga mengerahkan berbagai peralatan pendukung seperti perahu karet (LCR), alat pelacak bawah air Aqua Eye, hingga drone thermal.
Dengan ditemukannya korban, tim gabungan menggelar evaluasi akhir (debriefing) pada pukul 10.45 WIB. Seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing, dan operasi SAR bencana banjir bandang di Duo Koto Pasaman secara resmi diusulkan untuk ditutup.
(*)



Komentar