Dorong Kota Tua Padang Jadi Destinasi Kelas Dunia, Tim Pengabdian UNP Garap Manajemen Digital Pokdarwis

Sakato.co.id – Tim Program Pengabdian Universitas Negeri Padang (UNP) Berdampak 2026 menggelar workshop dan pendampingan bagi Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kota Tua Padang. Kegiatan yang difokuskan pada penguatan kapasitas manajemen organisasi dan pemanfaatan media sosial ini berlangsung di Gedung Juang 45, Jalan Pasar Mudik, Kota Padang, Sabtu (5/9/2026).

Ketua Tim Pengabdian Masyarakat UNP, Prof. Dr. Erniwati, M.Hum., menyampaikan bahwa program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung dan berkelanjutan bagi masyarakat. Menurutnya, pembenahan organisasi dan integrasi teknologi menjadi kunci utama agar Pokdarwis dapat bergerak secara solid.

“Selama ini Pokdarwis kerap berjalan sendiri-individu tanpa struktur yang jelas. Melalui program pendampingan ini, kami menata keorganisasian mereka secara terstruktur agar ada pembagian kerja yang efektif,” ujar Guru Besar Departemen Sejarah FIS UNP tersebut.

Sebagai langkah nyata, UNP memfasilitasi pembuatan website khusus selama satu tahun yang terintegrasi langsung dengan akun media sosial seperti Instagram dan Facebook. Platform digital ini nantinya dikelola mandiri oleh Pokdarwis untuk mempromosikan ragam potensi lokal, mulai dari kuliner, hasil tangkapan nelayan, hingga produk ekonomi kreatif (ekraf).

“Ini merupakan keberlanjutan dari program tahun lalu yang berfokus pada pelatihan tour guide. Tahun ini, kami fokus membenahi manajemen dan digitalisasi. Kami optimistis Pokdarwis Kota Tua bisa menjadi pilot project dan percontohan bagi Pokdarwis lainnya di Kota Padang,” tambah Erniwati.

Dukungan penuh juga datang dari Pemerintah Kota Padang. Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang, Dr. Syamdani, menilai Kota Tua memiliki potensi sejarah dan budaya yang sangat kaya sejak berdiri pada tahun 1669.

“Kota Tua Padang ini ibarat ‘hutan belantara’ sejarah yang belum banyak terungkap. Di usianya yang mencapai 357 tahun, banyak narasi bersejarah, tradisi, seni pertunjukan seperti randai, hingga bangunan kuno yang belum diketahui publik secara luas,” ungkap Syamdani.

Syamdani menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis budaya dan sejarah, sebagaimana yang diterapkan di Bali dan Yogyakarta, berdampak langsung pada peningkatan pendapatan masyarakat setempat.

“Melalui platform digital yang disiapkan UNP, narasi sejarah dan potensi Kota Tua bisa digaungkan lebih luas. Semakin banyak wisatawan yang datang, semakin besar peluang masyarakat meningkatkan pundi-pundi perekonomian mereka,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Pokdarwis Kota Tua Padang, Tomi, menyampaikan apresiasi atas pembinaan berkelanjutan yang dilakukan oleh akademisi UNP. Ia berharap ruang promosi digital ini dapat memperkuat daya tarik kawasan Batang Arau dan Kota Tua secara jangka panjang.

“Kami sangat berterima kasih kepada UNP dan Prof. Erniwati yang konsisten mendampingi kami dari tahun ke tahun. Wadah promosi digital ini sangat membantu kegiatan masyarakat di kawasan Kota Tua, sekaligus mendukung program Wali Kota Padang dalam mewujudkan Padang sebagai kota destinasi gastronomi dunia,” tutur Tomi.

(*)

 

Komentar