Diikuti 47 Tim, Piala Soeratin Zona Sumbar 2026 Siap Digelar 22 Agustus

Sakato.co.id – Panitia Pelaksana (Panpel) Piala Soeratin zona PSSI Sumatera Barat 2026 telah menyelesaikan agenda Match Coordination Meeting (MCM) di Ruangan Bamus DPRD Sumbar, Kamis (20/8/2026).

Agenda penting sebagai tahapan akhir sebelum kompetisi resmi bergulir pada Sabtu (22/8/2026) dihadiri langsung oleh Plt. Ketua PSSI Sumbar Indra Dt. Rajo Lelo dan Sekum Hendra Dupa. Juga turut mendampingi Ketua Panpel Renol Fadhli, Wakil Ketua Panpel April, Bidang Kompetisi Erwin Sofyan, serta Match Commissioner, Security Officer, Medical Officer, Media Officer, dan official tim peserta.

Dalam kesempatan itu, Plt. Ketua PSSI Sumbar, Indra Dt. Rajo Lelo menegaskan netralitas dan integritas pengurus dan Panpel terhadap pelaksanaan kompetisi.

Ia memastikan, tidak boleh ada perlakuan khusus terhadap klub maupun tim peserta dalam pelaksanaan Piala Soeratin zona PSSI Sumbar 2026.

Indra menekankan bahwa seluruh peserta harus diperlakukan secara setara, sementara perangkat pertandingan dan panitia pelaksana dituntut menjalankan tugas secara profesional serta berpedoman pada regulasi yang telah ditetapkan.

“Di PSSI Sumatra Barat tidak ada nanti ini yang istimewa. Semua kita itu sama, klub itu kita perlakukan sama,” katanya.

Menurutnya, prinsip kesetaraan tersebut merupakan bagian penting dalam menjaga integritas kompetisi. Tidak hanya klub peserta, seluruh daerah yang menjadi bagian dari kompetisi juga harus mendapatkan perlakuan yang sama.

Indra juga mengingatkan bahwa seluruh perangkat pertandingan harus tunduk pada ketentuan yang berlaku. Profesionalisme wasit, Match Commissioner, panitia, serta unsur pendukung lainnya dinilai menjadi bagian penting untuk memastikan pertandingan berjalan objektif dan tidak menimbulkan persoalan akibat perbedaan perlakuan.

“Saya minta Ini yang paling penting, termasuk kepada perangkat-perangkat pertandingan, panpel seperti wasit juga seperti itu yang kita minta. Jadi enggak ada nanti ini orang si anu si anu enggak ada, yang kita perlakukan sama. Saya selalu menyampaikan ini, di mata saya itu seluruh klub itu sama, seluruh daerah itu sama, kita perlakukan sama,” lanjutnya.

Indra Dt Rajo Lelo juga menyoroti penanganan pelanggaran (sanksi) dilakukan berdasarkan kewenangan organisasi. Untuk jenis sanksi tertentu, kewenangan berada pada Komisi Disiplin (Komdis) PSSI Pusat. Sementara itu, PSSI Sumbar menjalankan kewenangan di tingkat provinsi sesuai koridor regulasi yang berlaku.

Sementara, Ketua Panpel, Renol Fadhli mengatakan MCM merupakan bagian penting dari persiapan akhir sebelum pertandingan pertama digelar.

Ia menjelaskan, MCM mempertemukan seluruh unsur yang berkaitan dengan pertandingan, mulai dari Match Commissioner, Security Officer, Medical Officer, Media Officer, perangkat pertandingan lainnya, hingga manajer dan pelatih tim peserta.

“Gunanya agar saling memahami posisi masing-masing untuk kelancaran pertandingan sesuai aturan kompetisi resmi PSSI,” ujarnya.

Regulasi Dimatangkan Sebelum Kick-off

MCM Piala Soeratin Sumbar 2026 diisi dengan sejumlah agenda teknis sebagai persiapan akhir sebelum kompetisi dimulai.

Match Commissioner Fredi Kasbullah menyampaikan finalisasi regulasi kompetisi untuk tiga kelompok umur, yakni KU-13, KU-15, dan KU-17.

Seluruh tim peserta juga mendapatkan pemaparan mengenai Laws of the Game (LOTG) dan Role of the Game (ROTG) yang disampaikan wasit Liga 1 Eko Setiawan.

Penyampaian materi tersebut bertujuan memastikan seluruh peserta memahami aturan permainan, mekanisme pertandingan, serta peran masing-masing unsur yang terlibat dalam pelaksanaan kompetisi.

Selain aspek teknis pertandingan, Panpel juga memberikan pembaruan mengenai proses administrasi pemain dan official melalui Sistem Informasi Administrasi PSSI (SIAP).

Agenda lainnya berupa ekspos jersey pertandingan seluruh tim peserta KU-13, KU-15, dan KU-17 yang akan digunakan selama kompetisi.

47 Tim Siap Bertanding

Piala Soeratin Sumbar 2026 akan diikuti 47 tim yang terbagi dalam tiga kelompok umur. Sebanyak 18 tim ambil bagian pada KU-13, 21 tim pada KU-15, dan delapan tim pada KU-17.

Kompetisi dijadwalkan mulai bergulir Sabtu (22/8/2026) dan menggunakan dua venue utama, yakni Stadion Utama Sumbar dan Semen Padang Training Ground (SPTG). Pertandingan fase grup dijadwalkan berlangsung hingga pertengahan September.

Ketua Panpel Renol Fadhli mengharapkan seluruh rangkaian kompetisi dapat berjalan lancar hingga menghasilkan tim terbaik dari masing-masing kelompok umur.

“Harapannya, kompetisi berjalan lancar dan melahirkan tim terbaik (juara) di KU-13, KU-15 dan KU-17 yang akan mewakili marwah sepakbola Sumbar ke putaran nasional,” kata dia.

(*)

Komentar