BI Prakirakan Ekonomi Sumatera Barat pada Triwulan I 2024 Akan Meningkat

Sakato.co.id – Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumatera Barat (BI Sumbar) Endang Kurnia Saputera mengungkapkan kinerja ekonomi Sumatera Barat pada triwulan IV tahun 2023 meningkat.

Berdasarkan Berita Resmi Statistik yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Barat, ekonomi Sumatera Barat yang dihitung berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada triwulan IV 2023 tumbuh sebesar 4,306 (yoy).

“Capaian ini lebih tinggi dibandingkan triwulan Ill 2023 sebesar 4,284 (yoy). Pertumbuhan ekonomi tersebut tercatat sedikit lebih rendah dibandingkan pertumbuhan ekonomi Sumatera dan Nasional dengan nilai pertumbuhan masing-masing sebesar 4,594 (yoy) dan 5,04 96 Yoy),” ungkap Endang, dalam keterangan Persnya dihadapan sejumlah Wartawan di Padang, Rabu (7/2/2024).

Dari sisi lapangan usaha (LU), lanjut Endang, pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat pada triwulan IV 2023 terutama didorong peningkatan kinerja LU pertanian.

“Pada LU Pertanian tercatat tumbuh sebesar 4,3796 (yoy), meningkat dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 1,504 (yoy). Peningkatan didorong oleh aktivitas produksi yang semakin ekspansif, terutama padi, ikan tangkap serta kehutanan,” jelasnya.

Dengan nilai pertumbuhan tersebut, Kata Endang, LU Pertanian memiliki andil sebesar 0,97 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat triwulan IV 2023, dikuti oleh LU Perdagangan dan LU Informasi dan Komunikasi dengan andil masing-masing sebesar 0,72 persen dan 0,67 persen.

Lebih lanjut ia menjelaskan, akselerasi ekonomi Sumatera Barat juga dapat dilihat dari sisi pengeluaran, di mana hampir seluruh komponen mengalami peningkatan kinerja. Penyumbang utama pertumbuhan PDRB menurut komponen pengeluaran adalah Pembentukan Modal Tetap Domestik Bruto (PMTB) dan Konsumsi Rumah Tangga, dengan andil masing-masing sebesar 2,31 persen dan 1,63 persen.

“PMTB tercatat tetap tumbuh kuat sebesar 8,134 (yoy), sedangkan konsumsi rumah tangga tumbuh sebesar 3,369 (yoy) sejalan dengan momentum HBKN Nataru yang meningkatkan konsumsi masyarakat,” beber Endang.

Endang menjelaskan, di tengah turunnya demand dan harga komoditas ekspor utama, kinerja ekspor membaik meskipun masih mengalami kontraksi sebesar -14,096 (yoy) dibandingkan -32,4346 (yoy) triwulan sebelumnya, didorong oleh peningkatan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara. Konsumsi pemerintah juga membaik dari -5,854 (yoy) pada triwulan Ill 2023 menjadi sebesar -1,0496 (yoy) pada triwulan IV 2023 didorong oleh peningkatan realisasi belanja modal.

“Secara kumulatif perekonomian Provinsi Sumatera Barat pada tahun 2023 mencapai Rp312,77 triliun, tumbuh sebesar 4,624 (ctc) dibandingkan pada tahun 2022 sebesar 4,3696 (ctc),” jelasnya.

Endang berharap, ke depan, kinerja ekonomi Sumatera Barat pada triwulan I 2024 diprakirakan akan meningkat. Peningkatan tersebut terutama didorong oleh Konsumsi Rumah Tangga, sejalan dengan momentum penyelenggaraan pemilu dan persiapan bulan Ramadhan.

“Hal ini akan mendorong beberapa lapangan usaha terutama LU Industri Pengolahan dan LU Perdagangan. Industri pengolahan makanan dan minuman serta tekstil akan meningkat seiring dengan pola konsumsi masyarakat yang meningkat pada bulan Ramadhan. Selain itu, peningkatan konsumsi masyarakat juga memberikan dampak yang positif terhadap perbaikan kinerja sektor perdagangan,” kata dia.

Lebih lanjut, pada triwulan I 2024 diprakirakan akan terjadi panen raya komoditas pertanian sehingga mendorong perbaikan kinerja LU Pertanian.

“Bank Indonesia bersama Pemerintah Daerah, terus berupaya mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat menuju terwujudnya Sumatera Barat Madani yang Unggul dan Berkelanjutan,” pungkasnya.

(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *