Sakato.co.id – Ollin by Nagari, super apps milik Bank Pembangunan Daerah (BPD) Sumatra Barat (Sumbar) atau lebih dikenal sebagai Bank Nagari. Aplikasi ini difungsikan untuk memudahkan pengguna layanan dalam mengakses berbagai layanan keuangan hingga membuka rekening secara online.
Aplikasi ini sudah dikenalkan sejak 2023 dan baru diluncurkan secara resmi pada 23 Januari 2025 lalu.
Namun, dalam perjalanannya banyak pengguna kecewa karena berbagai kendala saat menggunakan aplikasi ini.
Berdasarkan ulasan yang dilihat sakato.co.id di playstore dan app store, banyak pengguna menuliskan komentar miring.
Ada yang mengeluhkan soal susah login, kode One Time Password (OTP) tidak dikirim hingga tidak bisa transasksi.
“Kode otp untuk nomor hp gak dikirim2 padahal udah diulang2 tiap hari Tlg benerin donk admin. Trims,” ujar pengguna Auristelo pada (3/3/2025), di laman komentar Playstore Ollin yang dikutip sakato.co.id, Minggu (23/3/2025).
Ketika ditelusuri ulasan terbaru dari pengguna, masih banyak juga yang mengeluhkan persoalan terkait Ollin ini.
“tll, verifikasi wajah diulang sampai pulungan kali gagal terus, ngejekkah apa,” ujar Nur Ardanai dalam ulasan pada Minggu (22/3/2025).
Tak hanya itu ada juga pengguna yang mengeluhkan transfer gagal hingga saldo hilang di aplikasi.
“saya TF ke akun dana sekitar 2jt lebih dan transaksi gagal, tapi uang nya malah hilang di banking,” tulis Aditya Mahendra dalam komentar pada (21/3/2025).
“transfer gagal, tapi saldo hilang dan tidak kembali, sudah dihubungi melaluil email juga tidak ada respon, buruk sekali,” demikian ulasan pengguna Lukasz Saogo di kolom komemtar PLaystore Ollin, Rabu (19/3/2025).
“Kalau blm siap buat aplikasi jangan buat ini udah bnyak org dirugikan,” ujar Mahardika Putra dalam kolom komentar.
Meskipun banyak komentar negatif, namun masih ada pengguna yang memberikan komentar bagus dan menyuport ollin.
“Bangga dengan bank nagari, yang terus berinovasi dg super apps ollinnya. Fitur lengkap dan mudah untuk digunakan,” ujar akak fani.
Menanggapi hal itu, Ahli Teknologi Informasi atau IT (Information Technology) Erland menjelaskan bahwa penyebab pada sebuah aplikasi m-banking error disebabkan oleh banyak hal.
Salah satunya disebabkan oleh banyaknya pengguna dalam satu waktu bersamaan.
Karena, imbuhnya, nasabah yang menggunakan aplikasi m-banking pada saat bersamaan bisa menyebabkan kemampuan server down.
Apalagi, bank tersebut memiliki banyak nasabah. Oleh karena itu, menurutnya, mobile banking juga harus diaudit secara menyeluruh, pihak bank harus menambah berapa besar kapasitas sesuai dengan jumlah penggunanya. Diperhatikan juga maintance atau pemeliharaan server secara berkala. Itu solusinya,” ujar Alumni Universitas Putra Indonesia (UPI) yang pernah bekerja di perusahaan IT berbasis di Amerika tersebut.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa berdasarkan komentar-komentar pengguna di Playstore / Apps Store bisa jadi penyebab sering erornya Ollin by Nagari itu karena server terbatas, jadi pengguna yang mengakses mobil bankingĀ itu bersamaan dalam jumlah besar. “Makanya terjadi error di beberapa pengguna,” jelasnya.
“Setiap aplikasi pasti ada kekurangan, apalagi kalau aplikasi masih tergolong baru, itu pasti terdapat terdapat bug/kesalahan program,” imbuhnya.
Namun di sisi lain, ujarnya, biaya untuk membuat aplikasi di sebuah bank itu anggarannya cukup besar sehingga seharusnya bisa meminimalisasi terjadi eror dalam waktu yang lama.
“Anggarannya dari ratusan juta hingga miliaran,” ujarnya.
Sementara itu, ketika ditanyakan kepada Kepala Humas Bank Nagari Yudi Silvestra terkait persoalan tersebut hanya menjawab singkat. “Kalau aplikasinya error, biasanya (masalah) jaringan,” ujarnya singkat kepada sakato.co.id.
(*)