Sakato.co.id – Universitas Andalas (UNAND) kembali mengukuhkan sekitar 2.700 lulusan dalam prosesi Wisuda IV Tahun 2026. Perhelatan akademik dari jenjang Vokasi, Sarjana, Profesi, Spesialis, Magister, hingga Doktor ini berlangsung selama tiga hari, 18–20 September 2026, di Auditorium Kampus Limau Manis, Padang.
Rektor Universitas Andalas, Dr. Efa Yonnedi, S.E., MPPM., Akt., dalam pidatonya menyampaikan rasa bangga atas perjalanan panjang UNAND yang telah melewati tujuh dekade sejak didirikan pada tahun 1956 oleh Wakil Presiden Mohammad Hatta. Ia menegaskan bahwa perguruan tinggi tertua di luar Pulau Jawa ini terus bertransformasi menuju panggung dunia.
“Hari ini Universitas Andalas berdiri dengan kepala tegak. Perjalanan panjang kita tidak berhenti di sini, kita terus bergerak, tumbuh, dan bertransformasi,” ujar Efa Yonnedi di hadapan para wisudawan dan tamu undangan, Jumat (18/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Rektor memaparkan lima capaian strategis yang menjadi bukti penguatan mutu akademik dan reputasi kampus:
1. Mutu Akademik Nasional: UNAND mempertahankan akreditasi institusi “Unggul” dari BAN-PT hingga Desember 2028. Sebagian besar program studi telah mengantongi akreditasi Unggul/A, 29 prodi tersertifikasi internasional, serta 28 prodi baru dibuka sepanjang 2022–2026.
2. Ekosistem Riset Kuat: Pada tahun 2025, UNAND mencatat 1.574 proyek riset dengan proporsi publikasi pada jurnal internasional bereputasi (Q1–Q2) mencapai 51,7 persen di tahun 2026.
3. Inovasi dan Hilirisasi: Kampus telah menghilirkan 33 produk bioteknologi kesehatan via PDRPI FK UNAND serta memproduksi tinta Pemilu berbasis tanaman gambir. UNAND juga konsisten berada di posisi Top 10 universitas dengan skor SINTA tertinggi di Indonesia.
4. Reputasi Global: UNAND menembus peringkat 201–250 dunia versi Times Higher Education (THE) Interdisciplinary Science Research 2026, naik ke peringkat 396 Asia versi QS Rankings 2026, dan masuk kelompok 401–600 dunia pada THE Sustainability Impact.
5. Transformasi Digital dan Inklusivitas: Penerapan Tanda Tangan Elektronik (TTE) ijazah, aplikasi MyUNAND, SAKU Digital, hingga penyediaan Juru Bahasa Isyarat (JBI) selama prosesi wisuda menegaskan komitmen UNAND membangun kampus modern dan ramah inklusi.
Dengan tambahan lulusan kali ini, total mahasiswa yang diluluskan UNAND sepanjang tahun 2026 mencapai 6.538 orang, melengkapi komunitas besar kampus yang kini dihuni lebih dari 36.000 mahasiswa aktif di 154 program studi.
Lebih lanjut kata Rektor, menghadapi tantangan dunia yang kompleks di era Volatile, Uncertain, Complex, Ambiguous (VUCA) serta pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence), Rektor menekankan pentingnya mentalitas future ready. Menurutnya, menjadi future ready berarti tidak takut menghadapi tantangan baru, siap belajar sepanjang hayat, dan mampu berkolaborasi lintas disiplin.
Mengutip pepatah Minang “Karatau madang di hulu, babuah babungo alun — marantau bujang dahulu, di rumah paguno balun”, Efa Yonnedi menitipkan pesan agar para wisudawan tidak ragu melangkah jauh untuk menimba pengalaman.
“Pergilah, merantaulah. Bawa nama baik keluarga dan almamater. Namun ingat, merantau yang sejati adalah pergi untuk membawa pulang manfaat,” tutur Rektor.
Ia juga menegaskan agar seluruh lulusan, apapun profesinya nanti, tetap memegang teguh nilai moral dan etika dalam berkarya.
“Jadilah apa pun profesi ananda dengan satu prinsip yang tidak boleh goyah: ilmu tanpa adab adalah bahaya, kemampuan tanpa integritas adalah bencana,” pungkasnya.
Sebagai penutup, Rektor memberikan tiga wejangan utama bagi para lulusan dalam mengarungi dunia kerja: terus menjaga rasa ingin tahu untuk belajar, merawat empati serta kolaborasi antar sesama, dan menjaga reputasi serta nama baik diri di atas segalanya.
(*)








Komentar